LombokPost - Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan meninjau progress pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Selasa (2/12).
Keduanya ingin progres pembangunan RSUD Kota Bima dengan Tipe C tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Ahmad, Direktur RSUD Kota Bima dr Fathurrahman, dan pejabat pelaksana PT Hutama Karya (Persero) ikut turun.
Wali Kota Bima yang akrab disapa Aji Man tiba di lokasi pembangunan RSUD Kota Bima sekitar pukul 09.15 Wita. Dia langsung meninjau gedung lantai satu RSUD. Lorong demi lorong, dari ruangan ke ruangan, hingga ke lantai tiga RSUD tak luput dari peninjauan tersebut. Hal ini untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat selesai tepat waktu hingga Desember 2025.
Baca Juga: Pembangunan Gedung Induk RSUD Kota Bima Dikebut, Progres Pekerjaan Capai 63 Persen
Aji Man mengapresiasi pihak pelaksana PT Hutama Karya (Persero) sejak peletakkan batu pertama Mei 2025 hingga saat ini telah bekerja dengan maksimal. "Saya apresiasi dan hasilnya sudah sesuai harapan kita," ujar Aji Man.
Dia juga mengingatkan kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk memperhatikan lampu penerangan yang memadai, dan alat pemadam kebakaran dapat dipastikan tersedia di tiap sudut RSUD.
"Ini sebagai komitmen kami untuk memastikan tahapan pekerjaan dapat selesai tepat waktu guna mendukung pelayanan kesehatan yang modern untuk masyarakat Kota Bima," ungkapnya.
Baca Juga: Sempat Dinilai Mangkrak, Pembangunan Konstruksi Utama RSUD Kota Bima Rampung
Manajemen Project Satrya Nugraha melaporkan progres pembangunan RSUD Kota Bima hingga saat ini telah mencapai 86,04 persen. Dengan rincian, perancangan 98,86 persen, struktur 99,50 persen, arsitektur 88,64 persen, MEP 74,37 persen, infra dan landscape 60,06 persen, dan SMKK 92,04 persen.
Dia juga melaporkan realisasi progres gedung utama, dinding MOT hingga saat ini sudah mencapai 90 persen, lantai 90 persen, Railing 70 persen, Fasad 80 persen, car 30 persen, plafond 50 persen pintu 40 persen, sanitair 30 persen dan interior 30 persen, serta MEP instalasi 60 persen.
"Fasilitas penunjang ada lahan parkir kendaraan sisi barat, pintu masuk utama terdapat dua jalur sebelah barat, dan pintu keluar sebelah timur, serta ruang terbuka hijau," pungkasnya.
Baca Juga: BPK NTB Ungkap Dugaan Markup Belanja Barang di RSUD Kota Bima
Diketahui, RSUD Kota Bima berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan luas bangunan 7.557 meter persegi. Terdiri dari gedung utama dengan tiga lantai dan dua atap tanpa basement serta bangunan utilitas 1 lantai. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 130,3 miliar.
Rumah sakit ini akan dilengkapi 20 jenis ruangan, seperti IGD, ruang operasi, radiologi, cytotoxic, farmasi, dan lainnya. Sebagai rumah sakit Tipe C, RSUD Kota Bima diwajibkan menyediakan layanan dokter spesialis dasar, seperti penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak.
Fasilitas modern seperti ruang operasi, ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih juga akan tersedia. Gedung A akan menampung 20 bed intensive, sedangkan gedung perawatan akan menyediakan sekitar 80 bed, sehingga total kapasitas mencapai minimal 100 bed sesuai standar RS Tipe C. (gun/r5)
Editor : Siti Aeny Maryam