Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati KSB Gagas Konsep Pariwisata Kerakyatan

Lombok Post Online • Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:55 WIB

  

Amar Nurmansyah
Amar Nurmansyah
 

LombokPost - Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sedang menyiapkan konsep baru sektor pariwisata.

Arah baru pembangunan sektor ini terfokus pada pariwisata kerakyatan.

Konsep pariwisata kerakyatan ini sendiri termasuk dalam salah satu program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa yang saat ini tengah disusun Pemda KSB.

”Konsep ini menekankan keterlibatan dan kebermanfaatan langsung masyarakat,’’ tegas Bupati KSB Amar Nurmansyah, kemarin.

H. Amar menegaskan, salah satu klaster yang akan difokuskan adalah industri pariwisata.

”Konsepnya kita susun tahun ini. Kita intervensi melalui anggaran daerah dan tahun 2027 mulai berjalan penuh,’’ katanya.

Menurutnya, program ini akan menyedot anggaran daerah, terutama awal penyusunan konsep. Dia pun meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu menerjemahkan secara teknis apa yang menjadi harapan pemerintah daerah.

”OPD saya ingatkan harus mampu menerjemahkan konsep yang saya ingin jalankan ini. Termasuk dari sisi regulasi dan pelaksanaan teknis di lapangan,’’ jelasnya.

Sejauh ini, konsep pengembangan pariwisata KSB sebagian besar hanya menguntungkan pihak swasta. Ke depan, dengan konsep baru ini, keberadaan pariwisata harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

”Pariwisata investasi tetap didorong, tetapi manfaatnya harus kembali ke rakyat,’’ ujar Amar.

Untuk mewujudkan program tersebut, dia berjanji akan memberikan ruang dan berbagai kemudahan. Pemerintah, lanjutnya, akan lebih ketat terkait perkembangan investasi agar pariwisata mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.

”Konsep pariwisata kerakyatan ini sederhana. Intinya, maju investasinya, maju juga masyarakatnya. Dampaknya harus dirasakan secara langsung oleh warga, UMKM, kelompok sadar wisata, dan desa-desa sekitar kawasan wisata,’’ tegasnya lagi.

Implementasi awal, kata bupati, pihaknya akan memulai pengembangan pariwisata kerakyatan di Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea. Kawasan ini memadukan wisata alam, wisata budaya, dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Pengembangan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata. ”Ke depan akan dilakukan pergeseran arus wisatawan. Wisatawan yang selama ini hanya berkunjung ke kawasan investasi seperti pantai-pantai di Sekongkang, Maluk dan Kertasari akan diarahkan juga menikmati destinasi kerakyatan di Brang Ene,’’ harapnya.

Sistem pengelolaan mengikuti praktik terbaik nasional. Bupati mencontohkan beberapa model pengelolaan destinasi wisata seperti di Jatim Park dan Bali Zoo yang dinilai berhasil memadukan rekreasi dengan pelayanan yang terstruktur. ”Ketika masuk gate, pengunjung membayar tiket. Di dalam kawasan, masyarakat menjadi pengelola warung, penyedia jasa, pemandu dan pelaku usaha kreatif,’’ tambahnya. (far/r5)

Editor : Kimda Farida
#KSB #wisatawan #Sumbawa #pelaku usaha #Pariwisata