LombokPost-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) KSB.
Program ini menjadi salah satu agenda strategis daerah untuk mendukung penyerapan tenaga kerja, sekaligus memperkuat kompetensi masyarakat.
Revitalisasi BLK dijadwalkan dimulai bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan, 21–23 Januari. BLK yang sebelumnya berlokasi di Simpang Tano akan direlokasi dan dibangun kembali di kawasan Telaga Bertong, sebagai pusat pelatihan tenaga kerja yang lebih representatif dan terintegrasi.
Bupati KSB Amar Nurmansyah menegaskan, revitalisasi BLK tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga pembaruan substansi dan arah pelatihan. Program pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil dunia kerja.
“Yang direvitalisasi ini bukan hanya bangunannya saja, tapi juga program-program pelatihan yang akan kita laksanakan,” tegas Bupati.
Sejalan dengan itu, Pemkab KSB akan mengintensifkan industrialisasi ketenagakerjaan. Bupati memaparkan, angka pengangguran di KSB menunjukkan tren penurunan signifikan. Tiga hingga empat tahun sebelum pembangunan smelter, tingkat pengangguran berada di angka 4,7 persen atau sekitar 3.200 tenaga kerja. Hingga akhir 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 3,15 persen atau sekitar 2.600 tenaga kerja.
Meski pembangunan smelter telah menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja, bupati mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan kompetensi pada jenis pekerjaan tertentu. "Revitalisasi BLK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja," katanya.
Bupati Amar mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma bahwa peluang kerja di KSB tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan. Dia mencontohkan sektor perhotelan yang melalui program pelatihan mampu menyerap 100 hingga 200 orang lulusan, baik di Lombok, Sumbawa Barat, maupun Bali.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab KSB akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak, termasuk United Tractors, anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja. "MoU tersebut akan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama digitalisasi BLK," jelasnya.
Bupati juga memastikan pola pembiayaan pelatihan hingga penempatan kerja akan diintervensi oleh pemerintah, sehingga tidak menjadi beban penuh bagi calon tenaga kerja. Dengan skema tersebut, Pemkab KSB menargetkan angka pengangguran terbuka turun menjadi 2,6 persen pada 2027.
Komitmen tersebut telah disepakati bersama Kementerian Ketenagakerjaan, PT Amman Mineral, dan United Tractors. "Saya berharap revitalisasi BLK ini menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM dan kemajuan pembangunan Sumbawa Barat ke depan," harap dia.
Editor : Jelo Sangaji