Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kesal Adiknya Diintip Saat Mandi, Pria di Sumbawa Habisi Tetangganya

M Islamuddin • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:54 WIB
Jenazah korban AS dievakuasi usai ditebas pelaku Adi di depan Kios Airin, tepat berhadapan dengan SDN 2 Sebasang Ketanga, Selasa (3/2).
Jenazah korban AS dievakuasi usai ditebas pelaku Adi di depan Kios Airin, tepat berhadapan dengan SDN 2 Sebasang Ketanga, Selasa (3/2).

 

LombokPost-Tragedi berdarah terjadi di Desa Sebasang Ketanga, Kabupaten Sumbawa. Seorang pria berinisial A alias Adi, 40 tahun, tega menghabisi tetangganya sendiri, AS, 56 tahun, hingga tewas. 

Adi diduga nekat melakukan pembunuhan karena kesal dan sakit hati lantaran adik kandungnya kerap dilecehkan korban.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita di depan Kios Airin, tepat berhadapan dengan SDN 2 Sebasang Ketanga, Selasa (3/2). Korban yang berprofesi sebagai sopir tewas di lokasi akibat luka tebasan parang di bagian kepala.

Kasi Humas Polres Sumbawa Ipda Muliawansyah mengatakan, pelaku menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam. “Pelaku menebas korban berulang kali di bagian kepala menggunakan parang. Korban mengalami pendarahan hebat dan meninggal dunia di tempat kejadian,” kata Muliawansyah.

Dari hasil penyelidikan awal, motif pembunuhan didasari dendam lama. Pelaku disebut geram dengan perilaku korban yang diduga kerap melakukan pelecehan seksual terhadap adik kandungnya. “Korban diduga sering mengintip adik pelaku saat mandi dan bahkan beberapa kali memperlihatkan kemaluannya," jelas dia.

Ulah korban ini memicu sakit hati mendalam hingga akhirnya pelaku melakukan penganiayaan. Ironisnya, pelaku dan korban diketahui merupakan tetangga dekat. 

Konflik di antara keduanya sempat direncanakan akan diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di kantor desa. “Kasus ini sebenarnya akan dimediasi di kantor Desa Sebasang pagi tadi (kemarin). Namun, sebelum mediasi berlangsung, pelaku justru melakukan aksi kekerasan,” ungkapnya.

Dia menyoroti kelalaian pihak desa yang tidak melaporkan konflik tersebut ke kepolisian sejak awal. Menurut Muliawansyah, pendampingan aparat penegak hukum sangat penting dalam proses mediasi konflik warga.

“Kami menyayangkan pihak desa tidak melibatkan kepolisian. Jika dilaporkan lebih awal, kami bisa mendampingi proses mediasi dan meminimalisir potensi kekerasan,” tegasnya.

Saat ini, Adi telah diamankan di Mapolres Sumbawa untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi serta keluarga kedua belah pihak. Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi.

Editor : Jelo Sangaji
#Sumbawa #Pelecehan #Polres Sumbawa #pembunuhan