LombokPost-Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Hanipah melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Surabaya. Studi tiru terkait pengelolaan sampah serta penataan ruang terbuka hijau (RTH) yang dinilai berhasil diterapkan di Kota Surabaya.
Wabup KSB Hanipah didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Syahril, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB Aku Nur Rahmadin beserta jajaran. Mereka diterima Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi dan Sekretaris DLH Kota Surabaya Maria Agustin Yuristina.
Wabup Hanipah menegaskan, kolaborasi ini penting sebagai referensi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat KSB. “Kami berharap dapat memetik pengalaman dan kebijakan yang telah diterapkan di Surabaya untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi di daerah kami, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih maksimal,” kata Hanipah, Jumat (6/2).
Dia mengungkapkan, pengelolaan sampah di wilayahnya masih menghadapi berbagai tantangan. Dari sembilan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada, baru satu TPA yang beroperasi aktif. "Dengan jumlah penduduk sekitar 158 ribu jiwa, penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kebutuhan mendesak," ungkap dia.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi memaparkan sejumlah kebijakan dan inovasi yang telah dijalankan. Salah satunya adalah keberhasilan menekan volume sampah yang masuk ke TPA Benowo dari sekitar 1.800 ton menjadi 1.500 ton per hari.
Keberhasilan itu didukung keterlibatan aktif masyarakat melalui 29 ribu Kader Surabaya Hebat (KSH), optimalisasi 919 bank sampah yang terintegrasi secara digital melalui aplikasi Sibasam, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Menurutnya, TPA Benowo yang dikelola bersama PT Sumber Organik diketahui mampu menghasilkan energi listrik sebesar 11 megawatt per hari melalui metode gasifikasi dan landfill gas. "Selain itu, Surabaya juga mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan, seperti popok kain pakai ulang merek Bumbi yang diproduksi oleh UKM disabilitas untuk mengurangi sampah popok sekali pakai," katanya.
Selain pengelolaan sampah, Pemkab KSB juga tertarik mempelajari pengelolaan 45 taman aktif di Surabaya. Konsep tersebut rencananya akan diterapkan di kawasan Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang yang memiliki luas sekitar 40 hektare.
Editor : Jelo Sangaji