LombokPost - Kawasan Kemutar Telu Center (KTC) sepertinya mulai menjadi tempat tidak ramah bagi anak.
Dua bocah AS, 10 tahun, dan SA, 11 tahun, menjadi korban penyiraman kopi panas oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 Wita, Jumat malam lalu. Tepat di depan kantor Kesbangpoldagri. Menurut keterangan sejumlah saksi, terduga pelaku berjumlah dua orang.
Usai menjalankan aksinya, para pelaku sempat dikejar sejumlah saksi dibantu tim patroli dari Satpol PP Sumbawa Barat, namun keduanya berhasil kabur menggunakan sepeda motor.
''Pelaku sempat kami kejar, tapi berhasil kabur menggunakan sepeda motor,'' ujar sejumlah saksi di lokasi.
Akibat penyiraman kopi panas tersebut, kedua korban mengalami luka cukup serius. AS mengalami luka di bagian leher sampai perut. Sementasa SA mengalami luka melepuh pada bagian tangan kanan.
''Kawasan KTC jangan dijadikan sebagai tempat kejahatan. Kami harap ini menjadi catatan penting para pihak terkait,'' jelas orang tua AS, Ulfa.
Dia pun berharap kasus seperti ini tidak terulang. Sebab ini baru kali pertama kasus penyiraman kopi panas terjadi kepada anak-anak di kawasan tersebut.
Dia meminta aparat kepolisian dan para pihak terkait menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran. Jika ini tidak ditangani, tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan kembali terjadi.
Baca Juga: Staf KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Negara Diminta Tak Tinggal Diam!
''Mungkin saat ini korbannya akan kami. Tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada korban lain,'' ingatnya.
Ulfa meminta kawasan KTC, terutama ditempat-tempat strategis untuk memasang CCTV. Sebab belajar dari insiden itu, kawasan seluas 44 haktare itu ternyata tidak dilengkapi CCTV. ''Yang ada hanya CCTV kantor dinas, itupun tidak maksimal. Sebab saat kita cek CCTV usai kejadian, CCTVnya dimatikan,'' sesalnya.
Terkait kasus ini, rencananya senin (hari ini, red) pihak keluarga akan secara resmi melaporkan kasus penyiram tersebut ke Polres Sumbawa Barat. ''Untuk mengusut tuntas kasus ini, besok (hari ini,red) kami akan melaporkan ke kepolisian secara resmi,'' janjinya.
Meski belum melaporkan secara resmi, pihak keluarga sudah mengkoordinasikan kasus dengan ini Polsek Taliwang. ''Dengan Kapolsek sudah kita coba komunikasikan juga usai kejadian, nah besok (hari ini,red), kami akan laporkan secara resmi ke unit PPA Polres KSB,'' tambahnya. (far/r5)
Editor : Redaksi