Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLTMG Sumbawa 2 Resmi Beroperasi, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Industri dan Ekonomi NTB

Marthadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:35 WIB
GM PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto (tengah) bersama jajarannya dan pihak konsorsium foto di area PLTMG Sumbawa 2 usai acara syukuran penyelesaian proyek, Rabu (20/5).
GM PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto (tengah) bersama jajarannya dan pihak konsorsium foto di area PLTMG Sumbawa 2 usai acara syukuran penyelesaian proyek, Rabu (20/5).

LombokPost — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) secara resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 MW.

Kehadiran infrastruktur energi baru ini menjadi tonggak sejarah penting dalam memperkuat ketahanan energi di Pulau Sumbawa, sekaligus menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan industri dan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menyampaikan, proyek strategis ini sebenarnya telah rampung sejak Desember 2025 lalu. Proses konstruksinya sendiri memakan waktu selama dua tahun penuh sejak dimulai pada Desember 2023.

“Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, kecukupan listrik di Pulau Sumbawa kini semakin kuat. Sebelumnya pasokan listrik di wilayah ini masih mengalami kekurangan sehingga kebutuhan pelanggan PLN, termasuk sektor industri, belum dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Rizki dalam acara syukuran Penyelesaian Proyek PLTMG Sumbawa 2 (30 MW) bertajuk The New Energy of Sumbawa, Rabu (20/5).

Baca Juga: Apresiasi Loyalitas Konsumen, Daihatsu Berangkatkan 9 Pemenang Program DAIFIT 2026 ke Tanah Suci

Daya Mampu Naik, Sistem Tambora Kini Punya Cadangan 20 Persen

Hadirnya PLTMG Sumbawa 2 secara otomatis mendongkrak kapasitas listrik di Pulau Sumbawa secara signifikan. Dari yang sebelumnya memiliki daya mampu 168 MW dengan beban puncak 157 MW, kini meningkat menjadi 191,91 MW dengan beban puncak 157,88 MW..

Dengan lonjakan kapasitas ini, sistem kelistrikan Pulau Sumbawa kini mengantongi cadangan daya (reserve margin) sekitar 20 persen dari total kebutuhan. Tambahan pasokan ini dipastikan telah menjangkau seluruh wilayah Sistem Tambora, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, hingga Kota dan Kabupaten Bima.

“Seluruh Pulau Sumbawa kini dapat terlayani lebih baik karena sistem kelistrikannya sudah terinterkoneksi dari ujung barat hingga ujung timur,” tegas Rizki.

Penguatan ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, Pulau Sumbawa saat ini tengah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTB seiring dengan hadirnya industri smelter skala besar dan geliat sektor ekonomi lainnya. Tidak hanya untuk industri, masyarakat umum pun kini bisa menikmati layanan penambahan daya yang sebelumnya sempat tersendat.

Baca Juga: Pesona Gubenur Malut Sherly saat Berkunjung ke Lombok Barat, Diserbu Warga hingga Antre Swafoto

GM PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto (tiga kanan) memberikan tumpeng kepada Manager UPP Nusra 1 Yogi Y. Siburian dalam acara syukuran penyelesaian proyek PLTMG Sumbawa 2, Rabu (20/5).
GM PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto (tiga kanan) memberikan tumpeng kepada Manager UPP Nusra 1 Yogi Y. Siburian dalam acara syukuran penyelesaian proyek PLTMG Sumbawa 2, Rabu (20/5).

 

Hemat Anggaran Rp194 Miliar per Tahun dan Zero Accident

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian  memaparkan bahwa pembangkit ini menggunakan teknologi canggih dual fuel engine dari Wärtsilä Finland tipe 20V31DF.

Konfigurasi tiga mesin ini memiliki efisiensi tinggi, yakni mencapai 50,2 persen pada mode gas dan mampu mencapai kondisi beban penuh (full load) hanya dalam waktu lima menit.

Selain unggul secara teknologi, proyek ini menorehkan prestasi membanggakan dari sisi operasional dan keuangan:

Baca Juga: Trafik Penumpang BIZAM Naik 11,8 Persen Selama Libur Panjang

Menuju Transisi Energi Bersih NTB 2060

Langkah PLN tidak berhenti di sini. Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan di masa depan, PLN berencana kembali menambah kapasitas listrik di Pulau Sumbawa sebesar 60 MW hingga akhir tahun 2027, yang dipusatkan di sekitar Kota Sumbawa Besar.

Komitmen jangka panjang PLN juga mengarah pada energi yang ramah lingkungan demi mendukung target Net Zero Emission tahun 2060. Penggunaan gas pada PLTMG dinilai jauh lebih bersih dibandingkan energi fosil konvensional.

Ke depan, PLN bersiap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di NTB dengan total kapasitas fantastis mencapai 333 MW.

“Dari sekitar 1.000 MW tambahan pembangkit yang akan dibangun di NTB hingga tahun 2034, sekitar 46 persen berasal dari energi baru terbarukan (EBT), baik tenaga surya, gas, air, maupun sumber energi bersih lainnya,” pungkas Rizki.

 

Editor : Marthadi
#Smelter NTB #Energi Terbarukan NTB #PLTMG Sumbawa 2 #listrik Pulau Sumbawa #PLN UIP Nusra