LombokPost - Beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 megawatt (MW) di Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Pulau Sumbawa.
Tambahan pasokan listrik dari pembangkit milik PT PLN (Persero) itu diyakini akan mendukung pengembangan berbagai sektor usaha. Mulai UMKM, pariwisata, perhotelan, tambak udang, hingga industri pertambangan.
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian mengatakan, PLTMG Sumbawa 2 menjadi penguat Sistem Tambora yang melayani wilayah Pulau Sumbawa, mulai Sumbawa Barat hingga Bima dan Dompu.
“Proyek ini tidak hanya berhasil secara teknis dan operasional, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa,” ujar Yogi dalam acara syukuran penyelesaian proyek, Rabu (20/5).
Baca Juga: Sukses Amankan Geliat Ekraf Regional, Satpol PP NTB Pimpin Operasi Terpadu di Senggigi
Menurutnya, Pulau Sumbawa memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, kebutuhan pasokan listrik yang andal menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan usaha dan investasi.
“Tambahan daya dari PLTMG ini akan memenuhi kebutuhan pertumbuhan listrik dari berbagai sektor potensial tersebut, sekaligus mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
PLTMG Sumbawa 2 kini telah beroperasi penuh dengan tiga unit mesin dual fuel yang mampu menggunakan bahan bakar gas maupun minyak. Proyek tersebut juga diselesaikan dengan catatan zero accident selama proses konstruksi.
Yogi menyebut keberhasilan proyek merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Mulai PLN Group, kontraktor, konsultan, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar proyek.
Baca Juga: Catut Nama Perusahaan Asing hingga Modus Nonton Drama Cina, Satgas PASTI Blokir CANTVR dan YUDIA
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto mengatakan, kehadiran PLTMG Sumbawa 2 menjadi langkah strategis PLN dalam menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat di Pulau Sumbawa.
Sebelumnya, wilayah Sumbawa masih mengalami keterbatasan pasokan listrik. Kondisi itu membuat sebagian kebutuhan pelanggan belum terlayani optimal.
“Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, kapasitas listrik di Sistem Tambora meningkat dari sekitar 160 MW menjadi 191 MW dan kini memiliki cadangan daya sekitar 20 persen,” jelas Rizki.
Dia menambahkan, tambahan pasokan listrik tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi NTB, termasuk mendukung sektor industri yang terus berkembang di Pulau Sumbawa.
“Dengan sistem kelistrikan yang semakin andal, masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Sumbawa tidak lagi ragu mengembangkan usaha maupun meningkatkan kebutuhan listriknya,” tutupnya.
Editor : Marthadi