Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tebu Mulai Jadi Harapan Baru Warga Tambora, Kades Johansyah Optimistis Ekonomi Desa Makin Tumbuh

Kimda Farida • Senin, 25 Mei 2026 | 09:11 WIB
Johansyah
Johansyah

 

LombokPost--Hamparan lahan subur di Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, kini tak lagi hanya dipenuhi tanaman jagung dan kopi. 

Dalam beberapa tahun terakhir, tanaman tebu mulai dilirik warga sebagai sumber ekonomi baru yang menjanjikan di kaki Gunung Tambora.

Kepala Desa Tambora Johansyah, mengungkapkan minat masyarakat menanam tebu terus meningkat seiring terbukanya peluang kerja sama pemasaran dengan perusahaan pengolahan tebu di wilayah Pekat.

“Sebagian masyarakat di wilayah saya sudah ada yang mulai bercocok tanam tebu. Variasi usaha tani di sini memang berbeda-beda tiap dusun,” ujarnya.

Di Dusun Garuda misalnya, warga mengembangkan jagung, kopi, dan tebu secara bersamaan. Sementara di dusun lain, masyarakat mengombinasikan tanaman kopi, kakao hingga tebu sesuai karakter lahan masing-masing.

Keunggulan utama Desa Tambora terletak pada kondisi tanah vulkanik yang sangat subur karena berada tepat di kaki Gunung Tambora.

Baca Juga: Super Tipis, Laptop ASUS ROG Zephyrus G14 Punya Spek Paling Gila

Tak hanya cocok untuk jagung dan kopi, wilayah ini juga mulai berkembang menjadi sentra hortikultura dengan komoditas seperti durian, alpukat, jeruk hingga asam.

“Tanah kami di sini sangat mendukung. Mayoritas warga sukses sejak lama dari hasil pertanian dan perkebunan,” kata Johansyah.

Saat ini, luas lahan jagung dan kopi di Desa Tambora disebut telah mencapai ratusan hektare.

Sementara lahan tebu masih berada di kisaran puluhan hektare. Meski demikian, Johansyah optimistis komoditas tersebut akan terus berkembang.

Optimisme itu muncul karena sebagian petani tebu di Tambora sudah menjalin kerja sama dengan PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang membantu penyerapan hasil panen masyarakat.

“Untuk Tebu memang masih puluhan hektare, tapi masyarakat mulai bergerak ke komoditas itu karena sudah ada yang kerja sama dengan perusahaan,” jelasnya.

Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap budidaya tebu sebelumnya juga mulai terlihat di sejumlah desa lain di Kecamatan Pekat seperti Desa Beringin Jaya, Sorinomo, Soritatangga, Doropeti hingga Nangakara.

Namun di balik geliat perkebunan tersebut, persoalan infrastruktur masih menjadi tantangan terbesar warga. Jalan ekonomi yang rusak membuat biaya distribusi hasil panen menjadi mahal, terutama saat musim hujan.

Johansyah menggambarkan petani kerap kesulitan mengangkut hasil panen jagung maupun tebu dari kebun karena kondisi jalan yang rusak parah.

“Kasihan petani kami. Kalau panen musim hujan harus sangat hati-hati. Jagung kadang diturunkan satu per satu dari kendaraan karena jalannya rusak,” tuturnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartphone Kamera Terbaik 2026, Fitur Zoom dan Night Mode Kian 'Gila' Dekati Spek DSLR

Akibatnya, ongkos transportasi hasil panen membengkak dan memangkas keuntungan petani.

Karena itu, pemerintah desa terus mendorong perhatian pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan ekonomi di wilayah Tambora.

“Kalau jalan ekonomi ini bagus, saya yakin peningkatan ekonomi masyarakat akan berjalan lebih cepat. Dan memang salah satu peran pemda ya pembenahan infrastruktur jalan juga,” tegasnya.

Selain sektor pertanian dan perkebunan, Desa Tambora juga berada di kawasan strategis penyangga wisata Gunung Tambora yang mulai ramai kembali dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Gunung Tambora sendiri merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan alam paling terkenal di Indonesia.

Kawasan ini pernah menjadi pusat pelaksanaan Festival Pesona Tambora 2015 yang dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada April 2015.

Menurut Johansyah, potensi pertanian, perkebunan, peternakan hingga pariwisata di Tambora sebenarnya dapat berkembang beriringan apabila didukung infrastruktur memadai.

Baca Juga: Semakin Banyak Nama yang Dikaitkan dengan AC Milan, Beberapa Berstatus Bebas Transfer

“Harapan kami ke depan tentu sektor pertanian dan perkebunan semakin berkembang. Tebu, Kopi, Jagung, Peternakan semua bisa jalan bersama kalau akses jalannya baik,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#Kecamatan Pekat #Desa Tambora #Tambora #Tebu Dompu #Dompu