LombokPost – Genderang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bima resmi ditabuh.
Prosesi sakral yang diwarnai dengan tarian pembukaan, pemukulan gong, serta pemasangan tanda pengenal petugas lapangan dalam Apel Pencanangan Komitmen Bersama di Halaman Kantor Bupati Bima pada Jumat (19/6) menjadi penanda dimulainya hajat besar sepuluh tahunan tersebut.
Langkah ini menjadi momentum krusial bagi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bima untuk memotret dan mendata secara menyeluruh seluruh pelaku usaha yang tersebar di wilayah setempat.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026, Dorong Kebijakan Tepat Sasaran
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah terkait, mitra kerja BPS, serta ratusan petugas lapangan yang siap diterjunkan ke tengah masyarakat.
Kehadiran seluruh elemen ini mempertegas komitmen kolektif untuk menyukseskan pendataan ekonomi yang akurat dan mutakhir.
Mewakili Bupati Bima, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima, Hariman, SE., M.Si, yang bertindak sebagai pembina apel, menegaskan bahwa data yang berkualitas merupakan fondasi paling utama dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, untuk mewujudkan Kabupaten Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan, diperlukan pedoman data yang kuat di setiap tahapan perencanaan, baik untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Hariman menambahkan bahwa hasil akhir dari Sensus Ekonomi 2026 ini akan menjadi sumber data strategis bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan program pembangunan berbasis potensi riil wilayah.
Langkah ini dinilai sangat penting mengingat setiap kecamatan di Kabupaten Bima memiliki karakteristik ekonomi yang sangat beragam, mulai dari sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, hingga sektor jasa.
Baca Juga: Sensus Ekonomi Lotim Dimulai dari Bupati
Oleh karena itu, Hariman mewanti-wanti seluruh petugas lapangan agar senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme saat melaksanakan tugas pendataan di tengah masyarakat.
Petugas diminta menyampaikan tujuan sensus dengan bahasa yang baik, mencatat setiap jawaban secara teliti, dan melayani masyarakat dengan sikap santun karena mereka memegang peranan penting dalam memastikan validitas data yang dikumpulkan.
Di sisi lain, Kepala BPS Kabupaten Bima, H. Lalu Yuriade Mulana, S.ST., M.E., menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian daerah, memetakan persebaran serta potensi usaha, menyediakan data dasar perencanaan, sekaligus mendukung penyusunan kebijakan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
Untuk teknis di lapangan, BPS Kabupaten Bima menerapkan metode door-to-door dengan mendatangi langsung rumah tangga dan lokasi usaha masyarakat.
Kegiatan pendataan lapangan ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Tidak berhenti di situ, pada periode tanggal 1 hingga 15 September 2026, tim akan melanjutkan tahapan pemeriksaan serta pembersihan data demi menjamin kualitas, kelengkapan, dan konsistensi informasi yang telah dihimpun.
Guna memastikan seluruh wilayah tersisir dengan baik, BPS Kabupaten Bima mengerahkan sebanyak 537 petugas lapangan, yang terdiri atas 198 petugas laki-laki dan 339 petugas perempuan.
Seluruh pasukan data ini akan disebar secara merata di 18 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bima.
Melalui sinergi massal ini, BPS berharap dapat memproduksi data ekonomi yang sahih demi mendorong pembangunan ekonomi daerah yang jauh lebih maju, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Editor : Redaksi Lombok Post Online