LombokPost-Persentase penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) turun signifikan pada 2025.
Data terbaru menyebutkan, angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut tercatat sebesar 0,40 persen, turun dari 0,92 persen pada 2024.
Capaian itu menempatkan KSB sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di NTB.
Baca Juga: Pemkab Sumbawa Barat Godok Tenaga Kerja Siap Industri
Bupati KSB Amar Nurmansyah mengatakan, penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut menjadi bukti berbagai program pemerintah yang dijalankan secara kolaboratif telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Meski demikian, dia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
"Masih ada masyarakat kita yang membutuhkan sentuhan pelayanan, perhatian, dan keberpihakan nyata dari pemerintah," kata Amar, kemarin.
Baca Juga: Bendahara Desa Seminar Salit Sumbawa Barat Divonis Lebih Tinggi
Karena itu, Bupati meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi secara berkala terhadap program-program yang dijalankan. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Setiap program harus terus dievaluasi agar intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga," ujarnya.
Amar menjelaskan, pihaknya terus memperkuat perlindungan sosial melalui sejumlah program unggulan, di antaranya Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju) dan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses perlindungan yang layak. "Ini sekaligus menjamin keberlangsungan kesejahteraan warga," tegas dia.
Sia berharap tren penurunan kemiskinan ekstrem dapat terus dipertahankan. "Ini akan menjadi fondasi bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang," tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji