LombokPost-Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengungkapkan sejumlah program strategis nasional menunjukkan perkembangan positif. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahapan verifikasi oleh pemerintah pusat.
Jarot mengatakan, program unggas terintegrasi yang diusulkan Pemkab Sumbawa saat ini telah memasuki tahap verifikasi.
"Minggu depan direktur dari kementerian bersama PT Berdikari akan datang ke Kabupaten Sumbawa untuk melakukan verifikasi terhadap tiga lokasi milik pemerintah daerah yang telah diusulkan," kata Jarot saat memimpin apel rutin di halaman kantor Bupati Sumbawa, Selasa (30/6).
Selain itu, program Sekolah Rakyat juga disebut segera memasuki tahapan verifikasi akhir. Di sektor pelestarian budaya, Pemkab Sumbawa juga memperoleh dukungan dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).
Menurut Jarot, Direktur Warisan Budaya Kemenbud yang baru melakukan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah di Sumbawa. Dia menyatakan komitmen untuk mendukung revitalisasi sejumlah bangunan cagar budaya.
Bangunan yang direncanakan direvitalisasi meliputi Istana Dalam Loka, Istana Bala Kuning, dan Istana Bala Putih. "Revitalisasi ini diharapkan mampu menjaga kelestarian warisan budaya Sumbawa sekaligus memperkuat identitas daerah," ujarnya.
Baca Juga: Langka dan Harganya Mahal, Wabup Sumbawa Janji Benahi Distribusi Elpiji 3 Kg
Jarot juga menyoroti persoalan distribusi gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) yang masih menjadi keluhan masyarakat. Menurut dia, persoalan tidak hanya disebabkan keterbatasan kuota, tetapi juga penggunaan elpiji bersubsidi oleh pelaku usaha menengah dan besar yang seharusnya tidak menjadi penerima subsidi.
"Permasalahan ini bukan hanya soal kuota yang terbatas, tetapi juga mengenai ketepatan sasaran penerima subsidi. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi LPG bersubsidi agar penggunaannya benar-benar sesuai dengan peruntukannya," kata Jarot.
Editor : Jelo Sangaji