Wamen Ramai-ramai ke Samota, Bahas Investasi hingga Pariwisata Kelas Dunia

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:49 WIB
Wamen PKP Fahri Hamzah bersama rombongan meninjau Samota, akhir pekan lalu.
Wamen PKP Fahri Hamzah bersama rombongan meninjau Samota, akhir pekan lalu.

LombokPost-Sejumlah Wakil Menteri (Wamen) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, akhir pekan lalu.

Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat langsung potensi investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengembangan Kawasan Strategis Samota (Saleh-Moyo-Tambora).

Rombongan pemerintah pusat terdiri dari Wamen Investasi dan Hilirisasi, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Wamen Pariwisata, Wamen Ekonomi Kreatif, Wamen Hak Asasi Manusia (HAM), Wamen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Rombongan disambut Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Mohamad Ansori. Rangkaian kunjungan diawali di Istana Dalam Loka, salah satu ikon budaya Sumbawa.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan KEK Samota di Sumbawa Sebagai Magnet Investasi Indonesia Timur

Di lokasi tersebut, para wakil menteri diperkenalkan dengan sejarah Kesultanan Sumbawa, arsitektur rumah adat berbahan kayu, hingga nilai-nilai budaya yang masih terjaga. Setelah itu, rombongan bertolak ke Kawasan Strategis Samota. 

Wabup Ansori menjelaskan, kawasan tersebut telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis Samota. 

Enam arah utama pengembangan kawasan, mulai dari penguatan sektor pariwisata, industri, dan perikanan seba.gai penggerak ekonomi, peningkatan konektivitas wilayah, pelestarian kawasan lindung dan cagar biosfer.

"Selain itu, pengembangan kawasan budidaya berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan mitigasi bencana," ujarnya.

Baca Juga: ​Lusy Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Adukan Penyidik Polres Sumbawa ke Propam Polda NTB

Pengembangan kawasan itu ditopang lima pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi inklusif, pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, kesejahteraan masyarakat, dan kawasan tangguh bencana dengan slogan "Samota Maju, Lestari, dan Sejahtera."

Dalam presentasi tersebut, Ansori juga memaparkan tujuh daya tarik utama Samota yang dinilai memiliki potensi investasi dan pariwisata bertaraf internasional.

Di antaranya Pulau Moyo dengan wisata bahari, hutan tropis, dan Air Terjun Mata Jitu; Pulau Satonda yang memiliki danau air asin vulkanik; Teluk Saleh yang dikenal sebagai "Akuarium Raksasa Dunia"; Gunung Tambora yang berpotensi menjadi geopark internasional; habitat hiu paus; gugusan pulau eksotis; hingga jalur Yacht Rally Internasional yang menjadi bagian dari Sail Indonesia.

"Kawasan SAMOTA memiliki empat keunggulan utama, yakni keunggulan geografi dan geologi, biodiversitas dan konservasi, ekonomi biru berkelanjutan, serta pariwisata premium kelas dunia," sebutnya.

Selain memaparkan potensi wisata, wabup menyampaikan hasil validasi pasar yang menunjukkan permintaan terhadap kawasan SAMOTA terus meningkat.

"Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekowisata, meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, berkembangnya komunitas experiential tourism, serta semakin luasnya pengakuan internasional terhadap kawasan tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Cek Lokasi Diduga Tambang Ilegal di Seloto Sumbawa Barat 

Dia juga mengungkap perkembangan investasi di Kawasan SAMOTA selama periode 2020-2026. Selama tujuh tahun terakhir, investasi telah menjangkau 10 kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

"Sektor pertanian dan perkebunan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai sekitar Rp 434 miliar atau 44,71 persen dari total investasi kawasan," sebutnya.

Sementara itu, sektor perikanan berkontribusi 15,68 persen, pariwisata 12,75 persen, industri 9,88 persen, dan sektor lainnya sekitar 17 persen.

Ke depan, arah investasi di SAMOTA akan difokuskan pada 10 sektor prioritas, yakni perikanan, budidaya laut, pertanian dan perkebunan, industri, agrowisata, ekowisata, maritim dan pelabuhan, pariwisata premium, energi dan bioindustri, serta perdagangan dan jasa pendukung.

"Kondisi tersebut membuka peluang investasi yang besar dengan risiko pasar yang relatif rendah, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi biru, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan," katanya.

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
Samota investasi Sumbawa wamen pariwisata kelas dunia