LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuka Pekan Kebudayaan Daerah Tahun 2026 di halaman depan Masjid Agung, Taliwang, Senin (27/7).
Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Juli itu menjadi ajang untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya lokal sejak usia sekolah.
Wakil Bupati (Wabup) KSB Hanipah menegaskan pentingnya memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini, baik melalui keluarga maupun lingkungan sekolah.
"Tentang budaya, belajar tentang tarian, belajar tentang seni-seni lainnya. Nah itu harus kita perkenalkan kepada anak-anak kita agar tradisi dan budaya ini tidak akan punah dimakan zaman," kata dia saat membuka pekan kebudayaan daerah.
Baca Juga: Bupati Amar Luncurkan Tiga Program Beasiswa untuk Mahasiswa KSB
Bagi dia, pembelajaran budaya tidak cukup hanya melalui perlombaan, tetapi juga harus diperkuat melalui pembelajaran dan muatan lokal di sekolah.
"Karena kalau kita tidak memperkenalkan budaya melalui orang tua, melalui guru, melalui guru tari, penari dan lainnya, tentu mereka tidak akan mengenal," jelas Hanipah.
Dia juga mengajak masyarakat menjadikan Pekan Kebudayaan Daerah sebagai momentum memperkenalkan kembali berbagai kekayaan budaya lokal, mulai dari tarian tradisional, musik tradisional, cerita rakyat, tenun, bahasa daerah, hingga kuliner dan kerajinan khas Sumbawa Barat.
"Pelestarian budaya harus tetap mempertahankan nilai-nilai dan karakter budaya masa lalu, namun juga dapat dipadukan dengan inovasi yang sesuai perkembangan zaman agar lebih menarik bagi generasi muda," ujarnya.
Baca Juga: Tambang Emas Seloto Diduga Ilegal, Pemda KSB Sebut Tak Berizin dan Langgar Tata Ruang
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Hanipah berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi dengan membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kegiatan ini juga untuk mempromosikan serta memasarkan produk lokal kepada masyarakat," terang dia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB Agus mengatakan, penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah dilandasi semangat menjaga warisan budaya sebagai identitas dan jati diri daerah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan sekaligus pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
"Pekan Kebudayaan Daerah 2026 diikuti oleh 93 dari 116 sekolah dasar dan 38 dari 42 sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Sumbawa Barat," kata Agus.
Baca Juga: Pemilik Lahan Kembali Blokade Jalan Lamusung-Senayan KSB, Tuntut Ganti Rugi yang Menguntungkan
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap seni dan budaya daerah, melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui pendidikan yang kreatif dan partisipatif. Juga memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan karya dan prestasi di bidang seni budaya.
"Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya regenerasi pelaku seni budaya sejak usia sekolah sehingga keberlangsungan budaya lokal tetap terjaga," jelasnya.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post