Program Agribisnis Peternakan Sapi di Sumbawa Barat Capai Progres 62,32 Persen

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:19 WIB
Proses pembangunan kandang peternakan sapi di KSB.
Proses pembangunan kandang peternakan sapi di KSB.

LombokPost-Program agribisnis peternakan sapi yang menjadi salah satu program unggulan Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan perkembangan signifikan.

Sejumlah pembangunan sarana pendukung peternakan kini terus dikebut di berbagai lokasi.

Kepala Dinas Pertanian KSB Jamilatun mengatakan, progres fisik program secara keseluruhan telah mencapai 62,32 persen. Sementara realisasi keuangan berada di angka 18,89 persen.

"Realisasi fisik program secara keseluruhan telah mencapai 62,32 persen, sedangkan realisasi keuangan berada pada kisaran 18,89 persen. Kegiatan di lapangan terus berjalan, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan yang perlu kita tuntaskan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan," jelas Jamilatun, Senin (17/8).

Baca Juga: Diduga Cemari Laut, Penanggung Jawab Kapal Pengangkut Batu Bara yang Tenggelam di KSB Dipolisikan 

Menurutnya, pembangunan kandang ternak menjadi salah satu pekerjaan yang tengah dikebut di sejumlah lokasi. "Sejumlah kelompok peternak telah memasuki tahap pemasangan rangka dan atap, sementara lokasi lainnya masih dalam tahap pondasi dan pemasangan tiang," katanya.

Di HKM Batu Dulang, misalnya, pembangunan kandang telah memasuki tahap pemasangan atap. Progres serupa juga terlihat di KTT Budisari dan KTT Mako Aji yang telah memasuki tahapan pemasangan atap dan rangka bangunan.

Sementara di KTT Burely Farm, pembangunan kandang memasuki tahap penyelesaian atap. Adapun di KTT Liang Nadolle masih berlangsung pemasangan kerangka atap.

"Beberapa pekerjaan yang sedang berjalan saat ini antara lain pembangunan kandang di HKM Batu Dulang telah memasuki tahap pemasangan atap. Sementara KTT Budisari dan KTT Mako Aji juga telah berada pada tahapan pemasangan atap dan rangka bangunan," terangnya.

Baca Juga: Kajari Baru Sumbawa Barat Diminta Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Combine

Tak hanya pembangunan kandang, Pemkab KSB juga memperhatikan ketersediaan air untuk mendukung kawasan peternakan. Sejumlah sumur bor telah selesai dibangun, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian rumah mesin dan instalasi pendukung.

"Pembangunan sumur bor dan sarana pendukungnya menjadi bagian yang kita kawal agar nantinya dapat menunjang kebutuhan ternak maupun pengembangan pakan hijauan," ujarnya.

Pengembangan pakan hijauan juga menjadi bagian penting dalam program agribisnis peternakan sapi tersebut. Berdasarkan pemantauan, sejumlah lokasi menunjukkan pertumbuhan rumput yang cukup baik.

KTT Mako Aji mencatat persentase hidup rumput mencapai 95 persen. Kemudian KTT Liang Nadolle sebesar 95,56 persen dan KTT Budisari mencapai 84,86 persen.

Meski demikian, Jamilatun mengatakan, sejumlah lokasi masih membutuhkan pemeliharaan dan penguatan agar pertumbuhan tanaman pakan dapat lebih optimal.

"Kita tidak hanya berbicara tentang kandang dan ternaknya, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan pakan," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, menginginkan kawasan peternakan memiliki dukungan pakan yang cukup dan berkelanjutan. Untuk mendukung pengembangan pakan hijauan, Dinas Pertanian KSB juga telah menyalurkan pupuk urea kepada sejumlah kelompok penerima.

"Untuk mendukung pakan hijau, kita telah menyalurkan pupuk urea kepada sejumlah kelompok penerima," ungkapnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan tanaman pakan di masing-masing kawasan peternakan.

Selain kandang, air, dan pakan, aspek pengelolaan limbah juga mulai dikembangkan. Fasilitas pengolahan limbah dibangun sebagai bagian dari sistem agribisnis peternakan yang lebih terpadu.

Di sejumlah lokasi, pembangunan fasilitas pengolahan limbah telah memasuki tahapan pondasi, pengecoran tiang hingga pemasangan kerangka atap.

Jamilatun menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan seluruh lokasi program. Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan.

"Kami akan terus melakukan monitoring. Yang sudah baik kita pertahankan, sementara yang masih membutuhkan perhatian akan kita dorong dan kawal agar progresnya semakin baik," pungkasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
agribisnis peternakan sapi Sumbawa Barat peternakan sapi