LombokPost-Bupati Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah mendorong optimalisasi Bandara Kiantar di Kecamatan Poto Tano untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Bandara milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara perdana pada 20 November 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (Harlah) KSB.
Amar mengatakan, akses menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan pariwisata dan investasi KSB. Pemerintah daerah berupaya mencari solusi, salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan Bandara AMMAN di Desa Kiantar.
"Akses menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan pariwisata dan investasi di Sumbawa Barat. Ini yang coba kita urai, kita carikan solusi dengan segera. Termasuk salah satunya memaksimalkan keberadaan bandara Amman Mineral," kata Amar saat berdiskusi bersama West Sumbawa Hotel Association (WSHA), Rabu (19/8).
Baca Juga: Program Agribisnis Peternakan Sapi di Sumbawa Barat Capai Progres 62,32 Persen
Menurut dia, sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan Pemkab Sumbawa Barat. Pariwisata bahkan diproyeksikan menjadi salah satu sektor yang dapat menopang perekonomian daerah ketika sektor pertambangan tidak lagi menjadi tumpuan utama.
Karena itu, keberadaan Bandara Kiantar dinilai menjadi peluang strategis untuk membuka konektivitas udara yang lebih baik.
"Keberadaan bandara milik AMMAN kita harap bisa menjadi peluang strategis untuk membuka konektivitas udara yang lebih baik sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pariwisata dan ekonomi baru di daerah," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan investor, pengelola bandara dan pelaku usaha perhotelan, Amar membahas kesiapan pemanfaatan bandara serta peluang penerbangan komersial dari dan menuju Sumbawa Barat.
Baca Juga: Kajari Baru Sumbawa Barat Diminta Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Combine
Dia menyebut sejumlah tahapan perizinan telah berjalan dan saat ini berada pada tahap finalisasi keputusan di Kementerian Perhubungan.
"Sejauh ini yang kita tahu, berbagai tahapan perizinan telah berjalan dan saat ini berada pada tahap finalisasi keputusan di Kementerian Perhubungan," katanya.
Amar berharap konektivitas udara tersebut dapat mulai diwujudkan pada 20 November 2026. "Target kita bertepatan dengan Harlah KSB, sudah ada pesawat yang landing," harapnya.
Menurutnya, hadirnya penerbangan akan memberikan dampak luas terhadap sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan hingga investasi. "Pelaku usaha perhotelan ikut mengambil peran dalam membangun pasar penerbangan di Sumbawa Barat," pinta dia.
Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan yakni melalui kerja sama untuk memastikan tingkat keterisian penumpang sehingga menjadi daya tarik bagi maskapai.
"Jika pengelola hotel bisa bekerja sama, minimal menjamin keterisian jumlah penumpang setiap waktu, pasti maskapai akan tertarik untuk masuk KSB," ujarnya.
Baca Juga: KLH Turun Selidiki Dugaan Pencemaran Akibat Tumpahan Ribuan Ton Batu Bara di Laut KSB
Dia mengatakan, pengembangan penerbangan tidak harus langsung menggunakan pesawat berkapasitas besar. Menurutnya, penerbangan dapat diawali dengan pesawat berkapasitas lebih kecil sembari membangun pasar.
"Mungkin nanti penerbangan diawali dengan pesawat berkapasitas tidak terlalu besar untuk membangun pasar penerbangan dari dan menuju Sumbawa Barat, sebelum dikembangkan lebih lanjut," katanya.
Amar menekankan optimalisasi Bandara Kiantar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pengelola bandara, AMMAN dan dunia usaha, termasuk sektor perhotelan, perlu mengambil peran masing-masing.
Baca Juga: KLH Turun Selidiki Dugaan Pencemaran Akibat Tumpahan Ribuan Ton Batu Bara di Laut KSB
Dengan konektivitas udara yang semakin terbuka, Bandara Kiantar diharapkan dapat menjadi pintu masuk wisatawan, investor dan pelaku usaha ke Sumbawa Barat.
"Kita harus manfaatkan semua potensi yang ada. Untuk transportasi, kita ambil peluang dari keberadaan bandara ini," pungkas Amar.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post