LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan program kartu Sumbawa Barat maju bidang perumahan tahun ini fokus menangani masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem (desil 1).
‘’Khusus untuk kegiatan pembangunan rumah baru (bangun baru) kita prioritas bagi masyarakat desil 1. Baru kita lanjut ke desil berikutnya,’’ kata Bupati KSB Amar Nurmansyah, Kamis (3/9).
Dia menegaskan, jika masyarakat kategori desil 1 tidak dituntaskan dan menjadi skala prioritas saat ini, sangat tidak adil program tersebut dijalankan ke desil-desil berikutnya. ‘’Makanya saya minta ini menjadi perhatian penting Dinas Perumahan dan Permukiman,’’ ingatnya.
Baca Juga: Pemda KSB Dinilai Terburu-buru Alokasikan Penyertaan Modal ke Perumda Barinas Rp 7,4 Miliar
Untuk menuntaskan program ini bagi masyarakat kategori desil 1, tahap awal yang dibutuhkan adalah data akurat. Dia mengingatkan, pendataan terhadap kategori ini dilakukan secara tepat dan transparan.
‘’Data harus tepat sasaran. Masyarakat desil 1 yang diperoleh melalui Dinas Sosial (Dinsos) dimasukkan ke dalam aplikasi Sigap AGR. Nanti AGR melakukan verifikasi di lapangan,’’ tegasnya.
Verifikasi dan validasi data di lapangan sangat dibutuhkan. Pemerintah harus memastikan program tersebut benar-benar dirasakan manfaatkan langsung oleh masyarakat. ‘’Harus ada kesesuaian antara data dengan kondisi riil masyarakat. Verifikasi rumahnya, kalau bagus dan dia mampu, tidak mungkin masuk sebagai penerima,’’ ingatnya lagi.
Hasil verifikasi AGR yang tercatat dalam Sigap AGR kemudian diteruskan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk ditindaklanjuti.
Baca Juga: Suami Sibuk Cari Nafkah, Istri di Sumbawa Asyik Bercumbu dengan Selingkuhan di Rumah
Dari hasil tersebut, sejauh ini terdapat sekitar 277 calon penerima yang dinilai membutuhkan intervensi berupa pembangunan rumah baru. Sementara kuota Program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan untuk kegiatan bangun baru tahun ini sebanyak 200 unit. ‘’Karena bangun baru ini hanya 200 unit, verifikasinya harus valid. Prioritaskan yang memang tidak layak,’’ ingatnya lagi.
Untuk memperkuat akurasi data calon penerima, saat ini Dinas Perkim kembali melakukan verifikasi faktual melalui Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kondisi rumah dan tingkat kebutuhan calon penerima dapat dipertanggungjawabkan secara faktual. ‘’Verifikasi faktual oleh TFL Perkim sekarang sedang berjalan,’’ jelas Kadis Perumkim Sumbawa Barat, Novrizal Zain Syah.
Proses verifikasi ulang lanjutnya, bukan karena pemerintah ingin mengulang mekanisme yang sama, tetapi untuk memastikan ketepatan sasaran dengan basis data yang berbeda. Jika sebelumnya usulan menjadi dasar, kini prosesnya dilakukan melalui aplikasi dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual. ‘’Tujuan kita di situ. Tepat sasaran,’’ katanya.
Pasca verifikasi oleh TFL selesai, Dinas Perkim akan menyusun komposisi penerima berdasarkan tingkat kebutuhan. Jika jumlah calon penerima yang memenuhi syarat kurang dari 200, seluruhnya akan mendapat intervensi pada tahun ini. Namun, jika jumlahnya melebihi kuota, penerima akan ditetapkan secara proporsional berdasarkan skala prioritas.
‘’Jika hasil final dari verifikasi nanti di bawah 200, otomatis langsung dapat program itu tahun ini juga. Kalau lebih, kami akan buat proporsional dengan melihat skala prioritasnya. Sisanya kita siapkan dan prioritaskan tahun depan,’’ janjinya.
Novrizal mengakui, sesuai arahan bupati, proses verifikasi TFL dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan fisik mulai berjalan September tahun ini. Pekerjaan pembangunan rumah ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. ‘’ September ini kita harap bangunan fisiknya sudah dilaksanakan dan ditargetkan tuntas Desember,’’ harapnya.
Baca Juga: Pemda KSB Klaim Dokumen Aset Jalan Lamusung-Senayan Lengkap, Dewan: Mana Sertifikatnya?
Di sisi lain, Pemda KSB tahun ini juga memperoleh dukungan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 600 unit. Saat ini, calon penerima BSPS juga masih dalam tahap verifikasi. ‘’Program perumahan yang kita jalankan tahun ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak,’’ tambahnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post