Pemkab Sumbawa Diminta Buka Akses Jalan untuk Percepatan Realisasi Program Lisdes

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:21 WIB
Suasana rapat koordinasi percepatan dukungan akses jalan, untuk realisasi Program Lisdes yang digelar di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (24/9). (PROKOPIM SUMBAWA FOR LOMBOK POST)
Suasana rapat koordinasi percepatan dukungan akses jalan, untuk realisasi Program Lisdes yang digelar di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (24/9). (PROKOPIM SUMBAWA FOR LOMBOK POST)

LombokPost–Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026, mulai menyasar sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Sumbawa yang belum teraliri listrik secara optimal.

Untuk memastikan pembangunan jaringan listrik berjalan sesuai rencana, Pemkab Sumbawa menyiapkan dukungan akses jalan menuju sejumlah lokasi yang masih sulit dijangkau.

Manajer Lisdes Provinsi NTB Hendra M. Andika mengatakan, dukungan akses jalan masih dibutuhkan di sejumlah titik di Kecamatan Batu Lanteh.

"Pembukaan dan perbaikan akses diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan jaringan listrik, terutama menuju lokasi yang kondisi jalannya belum memadai," jelasnya saat rapat koordinasi percepatan dukungan akses jalan, untuk realisasi Program Lisdes yang digelar di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/9). 

Baca Juga: PLN NTB Pastikan Listrik MotoGP Mandalika 2026 Siap, 200 Personel Disiagakan

Beberapa lokasi yang masih membutuhkan dukungan tersebut berada di Dusun Musuk dan Dusun Tangkam Pulit, Desa Tangkam Pulit. Kemudian Dusun Batu Rotok, Desa Batu Rotok; Dusun Baodesa, Desa Baodesa; Dusun Baktijaya, Desa Mungkin; serta Dusun Maremega, Desa Marente.

Hendra menyampaikan, dukungan akses jalan menjadi bagian yang perlu disiapkan agar tahapan pekerjaan PLN dapat berjalan.

Akses yang lebih baik akan memudahkan mobilisasi material maupun kebutuhan konstruksi menuju titik pembangunan jaringan.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah Pusu dan Tepal. Pelaksanaan Program Lisdes di dua wilayah tersebut, dilaporkan berjalan lancar dan tidak menghadapi kendala berarti.

Program Lisdes APBN 2026 di Kabupaten Sumbawa sendiri memiliki cakupan pembangunan yang cukup besar. Berdasarkan perencanaan PLN, jaringan tegangan menengah (JTM) yang akan dibangun mencapai 42,90 kilometer. Selain itu, terdapat pembangunan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 12,02 kilometer.

Baca Juga: PLN UP3 Sumbawa Sambungkan Listrik Gratis untuk Warga Desa Nijang Sumbawa

Untuk mendukung sistem kelistrikan tersebut, PLN juga menyiapkan kapasitas trafo sebesar 850 kVA. Infrastruktur yang dibangun ditargetkan dapat melayani 426 calon pelanggan di wilayah sasaran.

Harapannya, pertemuan dengan Pemkab Sumbawa dan PT PLN (Persero) UP2K NTB untuk memastikan berbagai kebutuhan pendukung di lapangan, dapat segera ditindaklanjuti.

Kondisi geografis menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program. Sejumlah lokasi sasaran berada di kawasan yang relatif sulit dijangkau sehingga membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk memastikan akses menuju lokasi pekerjaan.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyambut baik pelaksanaan Program Lisdes APBN 2026. "Kami mengapresiasi komitmen PLN yang terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok Sumbawa," ujarnya.

Menurut Jarot, pembangunan jaringan listrik tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan pekerjaan PLN. Dukungan dari pemerintah daerah juga diperlukan, khususnya ketika terdapat persoalan akses yang dapat memengaruhi mobilisasi material konstruksi.

Baca Juga: PLN UP3 Sumbawa Sambungkan Listrik Gratis untuk Warga Desa Nijang Sumbawa

Karena itu, dia meminta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti titik-titik yang membutuhkan penanganan. Pemkab Sumbawa juga akan mendukung melalui pengerahan alat berat apabila terdapat akses jalan yang menjadi hambatan menuju lokasi pembangunan.

“Saya perintahkan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan mendukung program ini. Ikuti irama program dari PLN, jangan sampai persoalan akses jalan menjadi penghambat masyarakat kita dalam menikmati hak dasar berupa energi listrik,” tegas Jarot.

Dia berharap seluruh perangkat daerah dapat menyesuaikan dukungan dengan tahapan pekerjaan PLN. Koordinasi tersebut diperlukan agar persoalan akses tidak menghambat proses pembangunan jaringan yang sudah masuk dalam perencanaan.

Dengan dukungan tersebut, pekerjaan diharapkan dapat berlangsung sesuai tahapan, mulai dari penyiapan akses, mobilisasi material, pembangunan jaringan hingga penyalaan listrik kepada masyarakat.

PLN menargetkan penyalaan listrik di sejumlah wilayah sasaran dapat dilakukan pada awal Januari 2027. Target tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perluasan akses listrik ke kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 4 Lapis Pengamanan Listrik dan 500 Personel

Penyalaan listrik desa di kawasan terpencil tersebut juga direncanakan menjadi salah satu kado istimewa bagi masyarakat dalam momentum peringatan HUT Kabupaten Sumbawa ke-68 mendatang.

Editor : Jelo J
Sumber : Prokopim Sumbawa
desa Listrik Sumbawa pln Akses Jalan