Dinas Peternakan KSB Klaim Kesiapan Infrastruktur Program Agribisnis Sapi Hampir Rampung

Jelo J • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:05 WIB
Kabid Peternakan Dinas Peternakan KSB Hasan Basri.
Kabid Peternakan Dinas Peternakan KSB Hasan Basri.
LombokPost-Kesiapan infrastruktur program Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) maju luar biasa berupa agribisnis sapi mencapai hasil memuaskan.
Salah satu program unggulan Bupati KSB Amar Nurmansyah dalam bidang peternakan ini mampu dijalankan dengan maksimal. 
''Untuk penyiapan kandang, mendukung pengembangan agribisnis sapi berkelanjutan ini sudah mencapai 90 persen lebih,'' jelas Kabid Peternakan Dinas Peternakan KSB Hasan Basri di sela-sela pelaksanaan coffee morning Pemda KSB dengan media, Jumat (25/9). 

Di lapangan, Pemda KSB terus berupaya menyelesaikan sejumlah infrastruktur pendukung tepat waktu. Seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah juga mulai menyiapkan fasilitas, termasuk sumber mata air dan beberapa pendukung lain.

''Inikan satu kesatuan, mulai dari penyediaan kandang, hingga pelatihan bagi kelompok ternak terus kami lakukan, termasuk pakan dan sumber air,'' paparnya. 

Baca Juga: Protes Biaya Karcis Masuk Gili Balu, DPRD Sumbawa Barat Desak BPK Audit Dana BLUD UPT BPSDKP NTB

Pembangunan kandang sapi untuk program ini menggunakan pola swakelola, sehingga setiap infrastruktur yang dibangun mengalami perkembangan yang bervariatif. ''Bahkan sudah ada yang sampai 100 persen,'' terangnya lagi. 

Setelah ini rampung, pemerintah akan memproses pengadaan sapi. Sapi ini yang nantinya akan dikembangkan dan digemukan sembilan kelompok yang ditunjuk sebagai motor penggerak awal. ''Untuk sembilan kelompok ini sapi yang kita siapkan 600 ekor. Karena ini masuk lelang, proses itu saat ini sedang berjalan di Bagian ULP,'' urainya. 

Tak hanya pembangunan kandang, Pemkab KSB juga memperhatikan ketersediaan air untuk mendukung kawasan peternakan. Sejumlah sumur bor telah selesai dibangun, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian rumah mesin dan instalasi pendukung.

"Pembangunan sumur bor dan sarana pendukungnya menjadi bagian yang kita kawal agar nantinya dapat menunjang kebutuhan ternak maupun pengembangan pakan hijauan," ujarnya.

Pengembangan pakan hijauan juga menjadi bagian penting dalam program agribisnis peternakan sapi tersebut. Berdasarkan pemantauan, sejumlah lokasi menunjukkan pertumbuhan rumput yang cukup baik.

Meski demikian, dia tak menampik sejumlah lokasi masih membutuhkan pemeliharaan dan penguatan agar pertumbuhan tanaman pakan dapat lebih optimal. "Kita tidak hanya berbicara tentang kandang dan ternaknya, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan pakan," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, menginginkan kawasan peternakan memiliki dukungan pakan yang cukup dan berkelanjutan. Untuk mendukung pengembangan pakan hijauan, Dinas Pertanian KSB juga telah menyalurkan pupuk urea kepada sejumlah kelompok penerima. "Untuk mendukung pakan hijau, kita telah menyalurkan pupuk urea kepada sejumlah kelompok penerima," ungkapnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan tanaman pakan di masing-masing kawasan peternakan. Selain kandang, air, dan pakan, aspek pengelolaan limbah juga mulai dikembangkan. Fasilitas pengolahan limbah dibangun sebagai bagian dari sistem agribisnis peternakan yang lebih terpadu. 

Di sejumlah lokasi, pembangunan fasilitas pengolahan limbah telah memasuki tahapan pondasi, pengecoran tiang hingga pemasangan kerangka atap. "Kami akan terus melakukan monitoring. Yang sudah baik kita pertahankan, sementara yang masih membutuhkan perhatian akan kita dorong dan kawal agar progresnya semakin baik," pungkasnya. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
agribisnis sapi dinas peternakan ksb Sumbawa Barat