Proyek Pariwisata Kerakyatan KSB Ditunda Gegara Rekanan Pemenang Tender Diduga Palsukan Dokumen

Jelo J • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:24 WIB
Inilah salah satu jogging track yang disiapkan Pemda KSB untuk pariwisata kerakyatan Brang Ene, Senin (28/9).
Inilah salah satu jogging track yang disiapkan Pemda KSB untuk pariwisata kerakyatan Brang Ene, Senin (28/9).

LombokPost-Pembangunan pariwisata kerakyatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) senilai Rp 7,3 miliar dipastikan gagal dikerjakan 2026. Penyebabnya, rekanan pemenang tender diduga memalsukan salah satu dokumen.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) KSB selaku leading sektor terhadap program itu mengambil sikap tegas dengan memutus kontrak.

''Secara otomatis pembangunan paket pariwisata kerakyatan ini tidak bisa dilaksanakan tahun 2026. Kita akan lanjutkan di tahun 2027,'' jelas Kepala Disparpora) KSB Nurdin Rahman, Senin (28/9).

Paket pembangunan pariwisata kerakyatan Brang Ene ini salah satunya mencakup pembangunan jogging track. Sesuai rencana, pembangunan jogging track ini akan dimulai dari depan kantor Camat Brang Ene dan berakhir di bendungan Tiu Suntuk. ''Untuk tendernya kita upayakan dilaksanakan Desember 2026 sehingga pekerjaannya bisa dimulai awal tahun 2027,'' paparnya. 

Baca Juga: Pemkab KSB Siapkan Rp 2,6 Miliar Program Kesehatan Gratis

Nurdin menegaskan, penundaan tersebut bukan berarti pemerintah membatalkan rencana pengembangan fasilitas wisata di Brang Ene. Sebaliknya, proyek tersebut hanya mengalami penyesuaian jadwal pelaksanaan. ''Kalau sebelumnya direncanakan tahun 2026, kita undur ke tahun 2027,'' tandasnya. 

Meski pembangunan berskala besar gagal dieksekusi di 2026, dia menegaskan, pihaknya tetap menjalankan beberapa program lain di lapangan. Terutama penyiapan sarana dan prasarana pendukung pariwisata. ''Untuk fisik mungkin kita tunda. Tapi mempersiapkan sumber daya manusia guna mendukung pariwisata ini tetap kita laksanakan. Terutama berkaitan langsung dengan sumber daya masyarakat setempat,'' janjinya. 

Karena itu, dia menegaskan, pembangunan fasilitas wisata di Brang Ene bukan satu-satunya agenda pengembangan pariwisata KSB pada 2027. Pemerintah daerah juga tetap menyiapkan pembangunan dan pengembangan sejumlah fasilitas wisata di beberapa wilayah strategis, di antaranya Maluk, Poto Tano, Sekongkang dan Taliwang.

''Kita juga akan membangun fasilitas pariwisata di Maluk, Poto Tano, Sekongkang dan Taliwang,'' sebutnya. 

Khusus untuk Brang Ene dan Brang Rea, lanjut dia, pemerintah daerah memiliki arah pengembangan pariwisata yang lebih spesifik. Kedua wilayah tersebut dipandang memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi wisata daerah. ''Khusus untuk wilayah Kecamatan Brang Ene dan Brang Rea, ada perlakuan khusus dalam pengembangan pariwisatanya, yaitu mengusung konsep kerakyatan,'' paparnya. 

Pembangunan fasilitas wisata yang direncanakan dapat memberikan ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati fasilitas publik sekaligus membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

''Intinya semua tetap jalan seperti biasa. Kita pun dalam membangun harus mengedepan kehati-hatian. Makanya yang tertunda tahun ini dan akan dilaksanakan pada tahun 2027 nanti,'' pungkasnya. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
KSB pariwisata kerakyatan Sumbawa Barat Brang Ene