Sumbawa Dapat Kuota Pupuk Bersubsidi Perikanan 1.000 Ton, Pendataan Penerima Diminta Dipercepat

Jelo J • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 14:33 WIB
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot.

LombokPost-Kabupaten Sumbawa mendapat alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan budidaya sebanyak 1.000 ton, terbesar di NTB.

Namun, dari kuota tersebut, baru 99 pembudidaya ikan yang tercatat sebagai calon penerima. Pemda Sumbawa dan penyuluh diminta mempercepat pendataan agar alokasi dapat terserap.

Direktur Prasarana dan Sarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP RI Egar Sadtopo mengatakan, kuota untuk Sumbawa lebih besar dibandingkan kabupaten lain di NTB yang masing-masing mendapat alokasi 480 ton.

“Untuk Sumbawa ini paling besar, 1.000 ton sendiri. Kalau kabupaten lain 480 ton. Jadi ada 1.000 ton atau 1 juta kilogram yang bisa Bapak-Ibu manfaatkan,” ujar Egar dalam Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang dibuka Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Senin (28/9).

Baca Juga: Suami di Bima Bacok Istri, Diduga Cemburu Lihat Chat Mesra dengan Pria Lain

Meski kuota telah tersedia, Egar menyebut, jumlah pembudidaya yang terdata masih terbatas. Dari total alokasi 1.000 ton, baru 99 pembudidaya tercatat. Dia mendorong penyuluh mempercepat pendataan dan validasi agar penerima yang memenuhi persyaratan dapat terdaftar. “Mudah-mudahan yang belum mendaftarkan, rekan-rekan penyuluh sanggup memacu pendataan dan validasi sampai siap,” harapnya.

Dia menargetkan, pupuk bersubsidi tersebut dapat tersalurkan dan dimanfaatkan secara optimal pada Oktober nanti. Jika kebutuhan meningkat seiring kenaikan produksi, tambahan alokasi dapat diusulkan untuk tahun berikutnya.

"Pupuk bersubsidi dapat membantu menekan biaya produksi pembudidaya. Salah satunya pupuk Urea yang disubsidi dengan harga Rp 1.800 per kilogram," sebut dia.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan perikanan budidaya di daerah. Menurutnya, pupuk bersubsidi menjadi kabar baik bagi pembudidaya yang selama ini harus bersaing memperoleh pupuk dengan sektor pertanian.

“Pupuk bukan sekadar pelengkap, pupuk adalah kunci untuk menumbuhkan pakan alami berupa plankton. Kalau plankton ada, udang dan ikan di tambak tidak akan mati dan produktivitas akan naik,” jelas Jarot.

Dia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan bersama para penyuluh mempercepat pendataan pembudidaya, terutama di wilayah pesisir yang belum masuk dalam data penerima. Kelengkapan data menjadi salah satu hal penting agar kuota yang disediakan tidak tersisa karena calon penerima belum terdata. “Jangan sampai kuota yang disiapkan tidak terserap karena data belum lengkap,” tegasnya.

Jarot mengatakan, proses penebusan pupuk telah menggunakan sistem digital dan elektronik untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan pupuk diterima pembudidaya yang telah terdata. "Penerima harus menggunakan pupuk sesuai dosis dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan," imbau dia. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
perikanan Pupuk Bersubsidi Sumbawa