LombokPost-Konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tercatat menjadi yang tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, tingginya konsumsi tersebut belum diimbangi produksi ikan air tawar di daerah.
Dinas Perikanan KSB mencatat, kebutuhan ikan air tawar di daerah tersebut masih mengalami defisit sekitar 1.390 ton setiap tahun. Selama ini, sebagian kebutuhan ikan masih dipenuhi dari luar daerah, terutama dari Pulau Lombok.
Kepala Dinas Perikanan KSB Agus Purnawan mengatakan, kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mulai fokus meningkatkan produksi ikan air tawar secara lokal. “Mulai tahun ini kita fokus pengembangan ikan air tawar dulu. Kita pusatkan di Desa Meraran,” kata Agus, Rabu (30/9).
Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, dipilih sebagai lokasi awal pengembangan budidaya ikan air tawar. Secara geografis, wilayah tersebut dinilai strategis karena berada tidak jauh dari kawasan Danau Lebo Taliwang. “Lokasinya berada dalam sabuk Danau Lebo. Ini yang menjadi alasan bupati KSB memilih wilayah tersebut,” paparnya.
Baca Juga: Proyek Pariwisata Kerakyatan KSB Ditunda Gegara Rekanan Pemenang Tender Diduga Palsukan Dokumen
Menurut Agus, kawasan Meraran memiliki ketersediaan sumber air yang cukup untuk mendukung pengembangan budidaya ikan. Sebagai bagian dari kawasan penyangga Danau Lebo, pasokan air tawar di wilayah tersebut dinilai relatif terjamin.
Selain faktor ketersediaan air, pengembangan di Meraran juga diarahkan menggunakan sistem budidaya yang lebih modern. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas ikan yang dihasilkan. “Kolamnya nanti menggunakan pola yang lebih modern,” ujarnya.
Agus mengatakan, Meraran bukan satu-satunya wilayah yang memiliki potensi pengembangan ikan air tawar di KSB. Sejumlah kawasan lain juga tengah dipertimbangkan, termasuk di sekitar Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk.
“Tetap akan sampai ke sana, tapi kita mengambil dulu percontohannya di Meraran. Sambil menunggu jaringan irigasi di dua bendungan ini selesai dibangun,” jelasnya.
Pengembangan budidaya ikan air tawar tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan KSB terhadap pasokan dari luar daerah. Agus menyebut, selama ini kebutuhan ikan air tawar masyarakat hampir setiap tahun masih mengandalkan pasokan dari Pulau Lombok.
“Ini yang menjadikan alasan kita agar kebutuhan ini bisa dipenuhi dalam wilayah sendiri. Bupati KSB H. Amar Nurmansyah melihat potensi ini ada di sekitar wilayah Meraran,” pungkasnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post