Barampok, Hidupkan Budaya Lokal Sumbawa Barat

Jelo J • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:03 WIB
Dua orang pria saat beradu ketangkasan pada kegiatan Barampok atau Berempuk, Senin (5/10).
Dua orang pria saat beradu ketangkasan pada kegiatan Barampok atau Berempuk, Senin (5/10). 

LombokPost-Hiburan rakyat Barampok digelar di alun-alun Kota Taliwang. Barampok atau Berempuk merupakan seni bela diri dan ketangkasan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Tanah Samawa. 

Adu keberanian antar pria ini tak hanya sekadar tradisi fisik, melainkan warisan leluhur yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan. ''Pemda KSB secara khusus mengapresiasi kegiatan ini,'' kata Bupati Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah, Senin (5/10). 

Bupati berpesan, Barampok termasuk salah satu olahraga ekstrim. Karenanya, dia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah suasana adu ketangkasan. ''Udara boleh panas tapi kepala harus tetap dingin. Siapa pun yang turun ke arena harus tetap menjunjung persaudaraan dan pulang dengan hati yang gembira (maras),'' pesan dia. 

Baca Juga: Proyek Pariwisata Kerakyatan KSB Ditunda Gegara Rekanan Pemenang Tender Diduga Palsukan Dokumen

Orang nomor satu KSB ini juga mengajak semua pihak untuk terus merawat dan menjaga budaya khas masyarakat Samawa. ''Jaga budaya ini dengan penuh kegembiraan, tambahnya. 

Kegiatan ini sendiri digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI sekaligus menyongsong HUT ke-23 KSB. Kegiatan itu diinisiasi langsung Pemuda Pancasila KSB.

Ketua MPC Pemuda Pancasila KSB Agusti Lanang Mediar menegaskan, komitmen pihaknya dalam menjaga identitas budaya lokal melalui kegiatan tersebut. ''Barampok bukan sekadar ajang adu ketangkasan, melainkan simbol sportivitas dan keberanian Tau Samawa,'' katanya. 

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi agar tetap hidup, dikenal dan diwariskan kepada generasi muda. ''Melalui Barampok, warisan budaya masyarakat Suku Samawa kembali hadir di tengah masyarakat Sumbawa Barat dalam suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan,'' tambahnya. 

Dulu, tradisi tinju tradisional khas masyarakat suku Samawa ini yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen raya. Pertarungan dilakukan dengan tangan kosong atau hanya dililit dengan jerami secara tradisional. Meskipun melibatkan kontak fisik dan adu pukul, permainan ini dilandasi jiwa sportif tanpa ada rasa dendam setelah bertanding. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
KSB barampok Sumbawa Barat