LombokPost – Upaya mencegah malnutrisi pada anak tidak selalu harus dimulai dari fasilitas kesehatan.
Lingkungan sekolah dan komunitas juga dapat menjadi pintu awal untuk mengenali tanda-tanda gangguan gizi.
Inilah yang coba diperkuat melalui inisiatif Beat Malnutrition di Sumbawa.
Abbott bersama Real Madrid Foundation (RMF) meluncurkan program tersebut di Indonesia melalui kolaborasi dengan Harapan Project.
Baca Juga: Marc Marquez Tiba di Jakarta, Antusias Menyapa Penggemar Jelang MotoGP Mandalika
Program diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko malnutrisi sejak dini melalui edukasi gizi dan skrining.
Harapan Project merupakan organisasi nirlaba yang selama ini mendampingi anak-anak kurang beruntung di Sumbawa melalui program pendidikan, kesehatan dan pengembangan masyarakat.
Organisasi ini juga berkolaborasi dengan Real Madrid Foundation melalui program Social Sports School.
Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 37 guru dan pelatih Harapan Project mendapat pelatihan untuk mengenali anak yang berisiko mengalami kurang gizi.
Baca Juga: Menenun Kain, Memanen Listrik, Inovasi Unik Mina Tenun Sukarara
Mereka juga dibekali pengetahuan untuk menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan dan dukungan yang sesuai.
Salah satu keterampilan yang diajarkan ialah penggunaan pita z-score Lingkar Lengan Atas (LiLA).
Alat sederhana tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi risiko malnutrisi pada anak dalam waktu singkat.
Pada peluncuran program, lebih dari 100 anak usia sekolah turut menjalani skrining. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kondisi gizi anak perlu dikenali sedini mungkin.
Head of Medical Affairs for Abbott’s Nutrition Business in Indonesia dr Prawira Winata mengatakan, persoalan malnutrisi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Malnutrisi pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling mendesak di Indonesia. Kolaborasi adalah kunci untuk mengatasinya,” ujarnya.
Baca Juga: Berkat Kualitasnya, Kopi Arabika Sajang Semakin Diminati
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 21,5 persen balita mengalami stunting, 15,9 persen memiliki berat badan kurang dan 8,5 persen mengalami wasting.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan, proses belajar hingga kesehatan anak dalam jangka panjang.
Secara global, inisiatif Beat Malnutrition kini telah diperluas ke 14 negara.
Sejak 2023, Abbott dan Real Madrid Foundation telah melatih lebih dari 300 tenaga kesehatan dan relawan, menjangkau lebih dari 12 ribu anak melalui skrining gizi serta memberikan lebih dari 130 ribu jam edukasi kesehatan.
Baca Juga: Bawang Putih Sembalun Tembus Ujung Timur Indonesia
Di Sumbawa, program ini diharapkan membuat deteksi masalah gizi semakin dekat dengan lingkungan anak.
Dengan bekal sederhana, guru dan pelatih dapat menjadi bagian dari mata rantai awal untuk mengenali risiko sebelum kondisi berkembang lebih serius.
Editor : Akbar Sirinawa