LombokPost-Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah meminta dukungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mempertahankan bebas konflik horizontal.
''Saya harap pengurus FKUB yang baru tetap mendukung dan melakukan berbagai upaya menjaga KSB sebagai daerah zero konflik horizontal,'' katanya saat mengukuhkan pengurus FKUB yang baru, Selasa (6/10).
Menurut bupati, FKUB memiliki wadah cukup besar dalam mendukung dan terus merawat KSB sebagai satu-satunya wilayah di NTB yang paling aman dan bebas dari konflik. Diakuinya, salah satu potensi penyebab munculnya konflik itu karena adanya penyebaran informasi hoaks yang cepat melalui digital.
''Hoaks dan disinformasi berbasis isu keagamaan di media sosial cukup rentan. Saya harap ini bisa menjadi perhatian bersama,'' harapnya.
Baca Juga: Proyek Pariwisata Kerakyatan KSB Ditunda Gegara Rekanan Pemenang Tender Diduga Palsukan Dokumen
Orang nomor satu KSB ini mengingatkan, posisi KSB saat ini menjadi rumah bagi Objek Vital Nasional (Obvitnas). Kondisi ini menjadikan KSB sebagai salah satu daerah heterogen di Indonesia. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama menuntut pola pembinaan kerukunan yang semakin tepat dan proaktif. ''Berkat kearifan lokal, kedewasaan masyarakat serta sinergi erat dengan TNI-Polri dan kejaksaan, predikat zero konflik horizontal bisa kita jaga bersama sejak tahun 2003. Ini harus tetap kita pertahankan,'' pintanya.
Bagi dia, keberlanjutan kondisi tersebut membutuhkan andil bersama seluruh pihak. Tantangan kerukunan kini tidak hanya muncul dari ruang fisik, tetapi juga berkembang di ruang digital seiring kemudahan akses teknologi informasi. Hoaks dan konten provokatif, khususnya yang membawa isu keagamaan dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.
''Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta figur yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat untuk membantu meredam dan meluruskan disinformasi sangat diperlukan,'' ingatnya.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi yang dialogis dan persuasif hingga ke tingkat desa. Dia menyebut, inisiatif seperti deklarasi desa kerukunan yang sebelumnya telah dilakukan di Kokarlian juga diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai desa/kelurahan lainnya. Sehingga nantinya menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan ruang interaksi sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
''Melalui pengukuhan kepengurusan baru ini saya harap mampu menjalankan perannya dalam memperkuat toleransi, membangun komunikasi lintas agama, serta mendukung terciptanya KSB yang aman dan harmonis,'' tambahnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post