LombokPost-Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang matang, terarah dan terukur dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2028.
“Seluruh perangkat daerah harus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pada tahun-tahun sebelumnya agar berbagai kekurangan tidak kembali terulang,” tegas bupati saat orientasi penyusunan RKPD tahun 2028, Selasa (13/10).
Amar mengingatkan, setiap program pemerintahan harus memiliki target yang jelas dan tolok ukur yang dapat digunakan untuk menilai pencapaiannya. Pengalaman dari pelaksanaan program pada tahun-tahun sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi, terutama hal-hal yang seharusnya telah dikerjakan, tetapi belum terlaksana sebagaimana mestinya.
“OPD harus lebih serius dan cermat dalam menyusun perencanaan RKPD Tahun 2028. Penyusunan program harus dilakukan secara fokus dan terkoordinasi sehingga tidak menimbulkan persoalan di tengah pelaksanaan pembangunan,” ingatnya.
Baca Juga: Sudah Lama Diintai, Pengedar Sabu di KSB Akhirnya Dibekuk, Polisi Kini Buru Pemasoknya
Peran pengawasan juga menjadi sangat sangat penting. Orang nomor satu di KSB ini meminta peran Inspektorat dalam mendukung proses perencanaan dan memastikan pelaksanaan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan harus berjalan dengan baik. “Perangkat daerah yang membutuhkan penjelasan atau menghadapi persoalan tertentu diminta untuk berkoordinasi dan meminta arahan kepada Inspektorat,” pintanya.
Dari orientasi ini, fia berharap seluruh tahapan perencanaan dapat dipersiapkan dengan baik sejak awal, termasuk dalam penyusunan RKPD dan penyesuaian perencanaan pada APBD Perubahan. “Program yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan target pembangunan daerah,” tegasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB Suhadi menjelaskan, orientasi penyusunan RKPD merupakan tahapan persiapan untuk menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah mengenai arah kebijakan, mekanisme dan tahapan perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah, meningkatkan kualitas perumusan sasaran dan indikator kinerja, serta mendorong perencanaan dan penganggaran yang konsisten, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. “Kegiatan ini diikuti 270 peserta dari berbagai unsur perangkat daerah,” katanya.
Kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan sosialisasi pengajuan pokok-pokok pikiran DPRD, kamus usulan, serta pengajuan usulan Musrenbang di tingkat desa. Bappeda juga menyampaikan rencana penerapan aplikasi e-Pokir untuk pengajuan, verifikasi, dan persetujuan pokok-pokok pikiran DPRD, serta e-Musrenbang dalam penyampaian usulan desa pada Musrenbang kabupaten di kecamatan.
Melalui pelaksanaan orientasi ini, Pemda KSB berharap dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan sejak tahap awal, sehingga program dan kegiatan yang dirumuskan memiliki sasaran yang jelas, pendanaan yang terukur, serta pelaksanaan yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post