Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Legenda Gunung Rinjani: Kisah Mistis dan Sakral di Balik Gunung Tertinggi Lombok

Alif Andika Putra • Senin, 23 September 2024 | 15:19 WIB
MANJAKAN PENDAKI: Balai TNGR menambah durasi dan kuota pendakian untuk Gunung Rinjani di awal Mei nanti. (Ivan/Lombok Post)
MANJAKAN PENDAKI: Balai TNGR menambah durasi dan kuota pendakian untuk Gunung Rinjani di awal Mei nanti. (Ivan/Lombok Post)

LombokPost--Gunung Rinjani, dengan ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut, bukan hanya menjadi tujuan bagi para pendaki dan petualang, tetapi juga menyimpan banyak cerita mistis dan legenda yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal Lombok.

Bagi suku Sasak, Gunung Rinjani memiliki arti sakral dan erat kaitannya dengan mitos dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut adalah salah satu legenda terkenal yang mengisahkan asal-usul dan misteri Gunung Rinjani.

1. Dewi Anjani: Penjaga Gunung Rinjani

Dalam tradisi masyarakat Sasak, Gunung Rinjani dipercaya sebagai tempat tinggal Dewi Anjani, sosok perempuan yang dianggap sebagai ratu para jin dan roh halus yang menjaga gunung tersebut.

Menurut legenda, Dewi Anjani adalah putri dari seorang raja dan seorang peri yang hidup di wilayah Lombok. Keturunannya yang setengah manusia dan setengah peri memberinya kekuatan magis, yang membuatnya dihormati dan ditakuti.

Dewi Anjani dikenal sebagai pelindung alam Gunung Rinjani dan danau Segara Anak, yang berada di kawah puncak gunung.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Dewi Anjani memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan menjaga keseimbangan alam di sekitar gunung.

Pendaki yang ingin mendaki Rinjani sering diberi peringatan untuk menjaga perilaku dan tidak merusak alam, karena dianggap dapat mengganggu Dewi Anjani dan para makhluk halus lainnya yang tinggal di sana.

2. Kisah Danau Segara Anak

Salah satu bagian paling ikonik dari Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak, sebuah danau kawah berwarna biru yang indah di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.

Dalam legenda, Danau Segara Anak dianggap sebagai tempat sakral di mana Dewi Anjani dan para pengikutnya sering berkumpul.

Masyarakat percaya bahwa danau ini memiliki kekuatan mistis dan merupakan gerbang menuju alam gaib.

Menurut cerita rakyat, air di Danau Segara Anak berasal dari air mata Dewi Anjani yang menangis karena kesedihan atas perpisahan dengan keluarganya.

Air matanya menciptakan danau yang luas dan menjadi tempat bagi jiwa-jiwa yang meninggal untuk berkumpul. Karena itulah, masyarakat sekitar percaya bahwa danau ini tidak hanya sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai simbol spiritual.

Selain itu, danau ini dianggap memiliki kemampuan penyembuhan. Banyak orang yang datang ke danau dengan harapan dapat menyembuhkan penyakit mereka dengan mandi atau hanya membasuh diri di airnya.

Ritual adat sering diadakan di sekitar danau untuk menghormati Dewi Anjani dan memohon keselamatan dan kesejahteraan.

3. Legenda Gunung Barujari

Gunung Rinjani memiliki sebuah gunung kecil yang terletak di tengah Danau Segara Anak yang dikenal dengan sebutan Gunung Barujari.

Menurut kepercayaan lokal, Barujari merupakan anak dari Gunung Rinjani. Nama "Barujari" sendiri berarti "anak gunung" dalam bahasa Sasak.

Legenda mengatakan bahwa Gunung Barujari lahir sebagai akibat dari kekuatan Dewi Anjani yang terus menjaga keseimbangan alam di sekitar Rinjani.

Setiap kali Barujari meletus, masyarakat sekitar percaya bahwa itu adalah peringatan dari Dewi Anjani kepada manusia agar tetap menghormati dan menjaga alam.

4. Upacara Mulang Pekelem: Persembahan untuk Rinjani

Sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan spiritual yang dipercaya ada di Gunung Rinjani, masyarakat Hindu di Lombok sering mengadakan upacara Mulang Pekelem di Danau Segara Anak.

Dalam upacara ini, biasanya dilakukan persembahan berupa emas atau binatang yang dilepaskan ke dalam danau sebagai simbol permohonan kepada para dewa agar menjaga keseimbangan alam dan memberi keselamatan kepada masyarakat.

Upacara ini juga dianggap sebagai cara untuk menenangkan Dewi Anjani dan makhluk halus lainnya yang dipercaya bersemayam di Gunung Rinjani.

Mulang Pekelem sudah dilakukan selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang penting bagi masyarakat setempat.

5. Pantangan dan Misteri Gunung Rinjani

Pendaki yang berencana mendaki Gunung Rinjani sering diberi peringatan oleh masyarakat setempat untuk mematuhi beberapa aturan dan pantangan.

Salah satu pantangan yang paling umum adalah tidak boleh berbicara sembarangan atau mengucapkan kata-kata kasar selama berada di gunung.

Hal ini karena dipercayai bahwa gunung ini dihuni oleh makhluk halus yang sensitif terhadap perilaku manusia.

Selain itu, ada banyak cerita dari pendaki yang mengaku mendengar suara-suara aneh atau melihat sosok misterius selama berada di gunung.

Beberapa percaya bahwa ini adalah penampakan Dewi Anjani atau pengikutnya yang menjaga wilayah tersebut.

Meskipun demikian, banyak pula yang menganggap fenomena ini sebagai bagian dari keindahan mistis Gunung Rinjani yang sulit dijelaskan dengan logika.

6. Gunung Rinjani dalam Kehidupan Modern

Meskipun legenda dan kepercayaan mistis tentang Gunung Rinjani masih kuat dipegang oleh masyarakat lokal, gunung ini juga telah menjadi simbol penting dalam pariwisata dan ekonomi Lombok.

Ribuan pendaki dari berbagai penjuru dunia datang setiap tahunnya untuk menaklukkan puncaknya yang megah dan menikmati keindahan Danau Segara Anak.

Namun, dengan kedatangan wisatawan yang semakin meningkat, masyarakat lokal terus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menghormati kepercayaan setempat.

Gunung Rinjani bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat suci yang menyimpan banyak sejarah dan makna spiritual bagi masyarakat Lombok.

Kesimpulan

Legenda Gunung Rinjani, dengan segala kisah mistisnya, menggambarkan betapa gunung ini bukan hanya sekadar bentang alam yang indah, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Lombok.

Kisah Dewi Anjani dan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan-kekuatan gaib di sekitar Rinjani terus hidup hingga saat ini, menjadi bagian dari identitas budaya dan warisan leluhur yang tak ternilai.

Bagi siapa pun yang berencana mendaki Gunung Rinjani, selain menikmati keindahan alamnya, juga penting untuk memahami dan menghormati cerita-cerita kuno yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tempat yang megah ini. (Alif)

Editor : Kimda Farida
#Gunung Rinjani #NTB #suku sasak #Lombok