LombokPost - Kabar duka menyelimuti sejarah bangsa. Yurike Sanger, istri ketujuh Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, telah mengembuskan napas terakhirnya pada usia 80 tahun.
Yurike Sanger, perempuan berdarah campuran Jerman-Manado ini meninggal dunia di San Gorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat, pada Rabu (17/9) setelah berjuang melawan penyakit kanker payudara.
Kepergian Yurike Sanger meninggalkan kenangan tentang sebuah kisah cinta yang singkat namun mendalam.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, telah mengonfirmasi berita kepergian Yurike Sanger ini.
Saat ini, pihak Kemlu sedang berkoordinasi intensif dengan otoritas Amerika Serikat untuk mengurus pemulangan jenazah almarhumah Yurike Sanger ke Tanah Air.
Perjumpaan dan Pernikahan di Tengah Gejolak Sejarah
Lahir pada 22 Mei 1945, Yurike Sanger pertama kali bertemu Soekarno pada tahun 1963, saat ia masih berusia 18 tahun.
Saat itu, Yurike Sanger merupakan seorang siswi SMA yang tergabung dalam Barisan Bhinneka Tunggal Ika, sebuah organisasi yang sering bertugas menyambut tamu kenegaraan.
Pertemuan mereka menjadi takdir ketika tatapan Bung Karno, yang saat itu berusia 62 tahun, terpaku padanya.
Kedekatan mereka terjalin dengan cepat, diwarnai panggilan mesra dari Soekarno yang memanggilnya "Yuri Sayang".
Kisah asmara mereka mencapai puncaknya ketika pada 6 Agustus 1964, Yurike Sanger yang baru berusia 19 tahun resmi dipersunting oleh Soekarno.
Sebagai wujud cinta dan hormat, Yurike Sanger memutuskan untuk menjadi seorang mualaf, meskipun ia kembali ke keyakinan lamanya setelah pernikahan mereka berakhir.
Hubungan mereka juga terabadikan dalam surat-surat pribadi Bung Karno yang penuh kasih sayang.
Salah satu surat yang paling diingat adalah ucapan Natal pada tahun 1964, di mana sang Proklamator menuliskan pesan penuh kerinduan.
Namun, pernikahan mereka hanya bertahan sekitar empat tahun.
Guncangan politik hebat pasca-peristiwa G30S/PKI turut mengimbas kehidupan pribadi Soekarno, hingga keduanya memutuskan berpisah pada tahun 1968.
Setelah berpisah, Yurike Sanger menikah kembali dengan Subekti dan dikaruniai empat orang anak, sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat hingga akhir hayatnya.
Rencananya, jenazah Yurike Sanger akan dipulangkan ke Indonesia dan disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, sambil menunggu kepastian jadwal kedatangannya.***
Editor : Fratama P.