Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Balik Cerita Ibu yang Tega Membunuh Anaknya Sendiri

Administrator • Jumat, 25 Januari 2019 | 16:07 WIB
DIPERIKSA: HR, 36 tahun (tengah) pelaku pembunuhan terhadap anaknya sendiri sedang diperiksa Tim P2TP2A dan Dinas P3AKB Lotim di Kantor Unit PPA Reskrim Polres Lotim, kemarin
DIPERIKSA: HR, 36 tahun (tengah) pelaku pembunuhan terhadap anaknya sendiri sedang diperiksa Tim P2TP2A dan Dinas P3AKB Lotim di Kantor Unit PPA Reskrim Polres Lotim, kemarin

Dalam rumah berukuran 5x4 meter, HR, 36 tahun dengan sadar menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri. Menurut keterangan warga, ia telah menikah dan bercerai dua kali. Benarkah ia sakit jiwa?


Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur


=============================

Pagi itu, gerimis turun membasahi pekarangan rumah HR. Langit mendung dan sisa hujan semalam menyisakan tanah becek. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah separo jadi yang berdarah. Mencari tahu lebih dekat tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Tindakan sadis HR membuat Dusun Tunjang Utara, Kecamatan Masbagik jadi viral seketika. Semua ingin tahu kebenarannya. Sementara garis polisi telah dibentangkan di rumahnya. Tak ada yang boleh masuk. Di sana hanya ada cerita dan ribuan tanda tanya.


HR tinggal berdua dengan anaknya. Rumah tersebut berdampingan dengan rumah adiknya. Pagi itu, semua keluarga HR berkumpul di TKP. Orang-orang mulai datang melayat. Hj Kalsum kakak kandung HR mengaku kaget mendengar kabar duka tersebut. Ia tak menyangka, tindakan adik kandungnya akan sejauh itu. "Dia memang sakit jiwa. Sering dimintai obat juga," kata Kalsum kepada koran ini.


Kalsum menjelaskan, selama ini saudara-saudaranya sering meminta untuk merawat korban MRM, 1 tahun. Namun HR tak pernah mau. Keinginan memelihara tersebut karena mereka tahu akan tidak baik melihat MRM hidup bersama ibu yang mengalami gangguan jiwa. "Semua pernah minta. Tapi dia tidak memberikan," terang Kalsum dengan air mata yang tertahan.


Ia menjelaskan, HR pernah melukai anaknya dengan gigitan."Dia menganggap anaknya itu akan jadi dajal ketika besar," tuturnya.


Desas-desus pembunuhan itu tumbuh cepat seperti jamur di musim  penghujan. Cerita dari mulut ke mulut mengantarkan banyak asumsi. Tapi semua itu berbeda di mata ayah kandung korban Hirwandi.


Koran ini menemuinya di ruangan Unit PPA Reskrim Polres Lotim. Lelaki dari Padamara, Kecamatan Sukamulia itu tak menyangka atas tindakan sadis mantan isterinya. Ia menerangkan, jika ketidakwarasan HR telah terbaca. Sebelumnya, ia menikahi HR saat menduda. "Saya masih misanan (sepupu) dengan dia. Dia waktu itu janda, saya duda. Isteri pertama saya meninggal dunia," terang Hirwandi.


Waktu menikah, saat itu Hirwandi mengasuh anak dari isteri pertamanya. Katanya, karena itulah ia menikah lagi. Dengan harapan ada yang mengurus anaknya. Tapi HR tak pernah mau menggendong anak tirinya. "Karena itulah saya ceraikan dia. Waktu itu dia sedang hamil tiga bulan," ujar Hirwandi.


Meskipun sudah bercerai, ketika MRM dilahirkan, Hirwandi tetap mendampingi HR. Ia mengatakan bagaimanapun MRM merupakan anaknya. Karena itu dia tetap menjaga dan merawatnya. "Terakhir kali saya ke sana waktu merayakan ulang tahunnya yang pertama. Tanggal 13 Januari kemarin," kata Hirwandi dengan mata yang mulai ingin melinangkan butiran kesedihan.


Terkenang olehnya hadiah terakhir yang diberikan kepada MRM yang kini telah tiada. Ia mengatakan, hampir setiap kali menemui anaknya, ia selalu meminta untuk merawat MRM. "Tapi dia tidak pernah memberikan saya," kenangnya.


Sementara dari tempat Hirwandi duduk, baju MRM yang berlumuran darah terpajang. Begitu juga dengan parang yang dikenakan HR menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri. Sedangkan HR duduk di antara tim P2TP2A. Tatapannya kosong. Tangannya menggenggam angin. Ia seperti sedang kedinginan, penuh penyelasan dan kekosongan.


Sepanjang berbicara dengan tim pendamping dari P2TP2A, ia kebanyakan mengangguk lemah dari pada berbicara. (*/r7)


Editor : Administrator
#Selong