Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keluh Kesah PKL di Eks Taman Rinjani Selong

Administrator • Sabtu, 16 Februari 2019 | 19:09 WIB
MENUNGGU PEMBELI: Seorang pedagang cilok sedang duduk menunggu pembeli sambil memandang eks Taman Rinjani Selong yang gagal jadi Taman Sadir Square, kemarin (15/2).
MENUNGGU PEMBELI: Seorang pedagang cilok sedang duduk menunggu pembeli sambil memandang eks Taman Rinjani Selong yang gagal jadi Taman Sadir Square, kemarin (15/2).

Setiap kali ada petugas yang datang mengecek kondisi eks Taman Rinjani Selong, para pedagang kaki lima (PKL) mengaku senang. Katanya mereka ada harapan. Tapi sayang, belum ada kepastian tentang pembangunan tersebut.


Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur


=============================


Jumat yang cerah. Beberapa tikar dan karpet digelar dengan terpaksa di atas tanah. Sebagian lagi dipaksakan di tengah trotoar pembatas jalur dua. Itu tempat orang berjalan kaki. "Dulu semasih ada taman, kita gelar di tikar di tengah taman, penuh itu. Tidak seperti sekarang, sembarangan," kata Erni yang merupakan salah seorang pedagang di sana.


Taman Sadir Square yang dirancang pada masa pemerintahan Bupati Ali BD itu memang masih menyisakan tanda tanya. Tak hanya kata 'mengapa' gagal dibangun. Melainkan juga kapan dibangun kembali. Apakah selamanya akan dibiarkan rata begitu saja?


Erni tak mengetahui banyak hal tentang hal tersebut. Begitu juga dengan para PKL di sekitar eks Taman Rinjani Selong. Apa yang diketahui hanya ada pembangunan yang gagal, yang kemudian berdampak besar pada penghasilannya. "Dulu bisa dapat Rp 1 sampai 2 juta per hari. Sekarang paling ramai Rp 800 ribu," terang Erni.


Bukanya pun sampai malam. Kata Erni, musim hujan tak menjadi persoalan. Justru di sanalah orang-orang ramai berdatangan. Karena berteduh, atau mencari kehangatan dengan mengisi perut yang keroncongan. Erni yang menjual soto dan es kelapa muda mengaku hampir setiap hari mengharapkan taman itu segera dibangun kembali.


Saat ini, para pemuda memang beralih ke Taman Tugu Selong yang terletak di samping Masjid Agung Al Mujahidin Selong. Depan pendopo Bupati Lotim. Taman Tugu jadi semakin ramai. Apalagi malam Minggu. Menurut Erni, kekesalan para pedagang justru di saat yang biasanya ramai tersebut.


Tapi mereka tetap bertahan. Ada atau tidak adanya taman. Pembeli pasti ada. Lantas bagaimana tanggapan masyarakat Selong. Siang itu, Syarif warga Pancor yang sedang melintas mengatakan tak menaruh harapan banyak pada pemerintah. Karena ada atau tidak adanya taman, pengelolaan taman juga tidak pernah memuaskan.


Ia menjelaskan jika masyarakat tidak bisa leluasa berkegiatan di taman. Padahal salah satu fungsi dari alun-alun kota adalah tempat berkegiatan anak muda. "Kalau nanti taman ini dibuat kembali, harapannya ya dikelola dengan baik," kata Syarif.


Menurut Syarif, semua pasti merindukan adanya taman di depan makam pahlawan tersebut. "Karena kalau seperti ini, malam harinya malah jadi ngeri. Gelap dan tak ada lampu. Malah dijadikan tempat berbuat yang tidak-tidak sama pemuda-pemudi," ungkapnya. (*/r7)

Editor : Administrator
#Selong