Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lotim Berpeluang Jadi Percontohan, Satu Desa, Satu Pengolahan Sampah

Administrator • Selasa, 5 Maret 2019 | 14:05 WIB
SALAM ZERO WASTE: Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (tiga dari kiri) bersama Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (empat dari kiri) berfoto bersama di Lapangan Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, kemarin
SALAM ZERO WASTE: Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (tiga dari kiri) bersama Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (empat dari kiri) berfoto bersama di Lapangan Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, kemarin

SELONG-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur mengajak seluruh kepala desa merefleksikan pembuatan perdes pengolahan sampah. Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog bertajuk Satu Desa Satu Pengolahan Sampah di Lapangan Umum Desa Dasan Lekong, kemarin (4/3).


Bupati Lotim HM Sukiman Azmy yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, satu desa satu pengolahan sampah atau bank sampah harus tercapai. "Karena itu, kepala desa harus aktif. Pemerintah daerah akan memberikan reward bagi yang benar-benar berbuat," kata Sukiman.


Ia menerangkan, tahun ini ada 14 desa yang mendapatkan bantuan pengolahan sampah dari pemerintah pusat. Menurutnya, kemajuan tidak bisa terwujud jika hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah. Karena itu, kades harus bisa menjemput bola. Sosialisasi dan koordinasi harus dikedepankan.


Kata Sukiman, sebelumnya ia menjanjikan reward umrah untuk desa yang mampu menurunkan angka stunting. Karena itu, untuk pengolahan sampah pun, akan ada reward yang diberikan bagi yang mampu mengelola sampah dengan baik. "Tahun 2020, harapan kita satu desa satu pengolahan sampah sudah tercapai," tegasnya.


Sementara itu, Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, gerakan tersebut tidak ditentukan oleh berapa besar anggaran yang disediakan. Akan tetapi dibutuhkan kesadaran. Jika ada kesadaran untuk melihat desa yang bersih, maka program pengolahan sampah pasti akan berjalan.


"Apalagi dengan dukungan dan program yang dicanangkan Pemkab Lotim, ini pasti bisa berjalan," kata Rohmi.


Selanjutnya, Rohmi juga menegaskan jika pemerintah desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah. Semua macam pembangunan akan selesai jika desa berjalan dengan baik. Karena itu desa harus aktif dan mandiri. Karena itulah gunanya dana desa yang besar. "Kalau mengharapkan dari kabupaten tidak bisa. Desa yang harus aktif," terangnya.


Dalam kesempatan itu juga, Rohmi mengatakan, kemungkinan besar Lotim sebagai daerah percontohan. Hal itu tidak menutup kemungkinan, jika satu desa satu pengolahan sampah bisa terealisasi. "Meski dengan beban yang paling besar," ujarnya disambut senyuman dari Bupati Lotim HM Sukiman Azmy.


Sementara itu, Kadis PMD Lotim HM Taofik Juaini menerangkan jika apa yang sudah dilakukan Pemdes Dasan Lekong merupakan contoh yang mesti ditiru. Adanya perdes dengan anggaran Rp 25 juta untuk pengolahan sampah terbukti membuat desa tersebut sebagai percontohan.


Kata Taofik, saat ini ada 47 desa yang sudah memiliki bank sampah.  Menurutnya, pembuatan perdes tentang pengolahan sampah bisa dilakukan belakangan. Akan tetapi, yang terpenting adalah kemauan dari pemdes itu sendiri.


"Sehingga akhir 2019 mendatang, setidaknya ada 80 persen desa yang sudah memiliki bank sampah. Jika tidak seratus persen," terangnya.


Dalam kegiatan tersebut, hadir juga Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera Syawaludin. Ia menerangkan, pengolahan sampah sudah berjalan di beberapa desa di Lotim. Jika nantinya satu desa satu pengolahan sampah berjalan, pihaknya siap menampung penyaluran tersebut. Dengan harapan manfaat dari pengolahan sampah dapat dirasakan masyarakat. "Modalnya hanya satu, kemauan," kata Syawaludin. (tih/r7)

Editor : Administrator
#Selong