Pertengahan bulan ini, L Habib Amrul Hidayat dan Bq Selviana Marta Dewi akan mewakili NTB ke ajang pemilihan putera puteri pendidikan Indonesia. Bagaimana pemuda pemudi dari Sakra ini bisa terpilih mewakili NTB?
Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur
============================
Habib dan Selvi terlihat duduk di kursi tunggu tamu Ketua DPRD Lotim R Rahadian Soedjono. Habib mengenakan selempang bertuliskan putera pendidikan 2019 NTB. Sedangkan Selvi puteri pendidikan 2019 NTB.
"Ya, kami lolos mewakili NTB di ajang pemilihan puteri-puteri pendidikan 2019," kata Habib menjawab pertanyaan koran ini yang datang menghampirinya.
Kehadiran di kantor DPRD Lotim itu dilakukan guna meminta dukungan dari dewan. Hal itu sangat pantas untuk dilakukan, mengingat kedua putera-puteri itu berasal dari Sakra. Sembari menunggu Raden Rahadian yang masih berada di ruang rapat, Habib menjelaskan bagaimana ia bisa terpilih mewakili NTB.
Mahasiswa sekolah tinggi sosial politik di Waskita Darma Malang itu menerangkan jika proses pemilihan tidak dilakukan dengan seleksi provinsi. Akan tetapi langsung dari pusat. Hal itu tentu jauh lebih sulit. Melihat persaingan yang terbuka lebih luas. "Saat mendaftar, kami mengirim CV, foto, dan berbagai prestasi. Alhamdulillah, kami terpilih," terangnya.
Habib dan Selvi duduk dengan gaya yang sudah diatur. Begitu juga dengan tutur dan gaya bicaranya. Mereka sudah sangat terlatih dan berpengalaman mengikuti berbagai lomba. Juga menjadi duta. Pantaslah, mereka lolos sebagai pasangan putera-puteri pendidikan yang mewakili NTB tahun ini. "Ada puluhan prestasi tingkat nasional yang saya kirimkan," kata Selvi yang merupakan mahasiswi semester II UNU NTB.
Menuliskan prestasi finalis putera dan puteri pendidikan 2019 dari NTB ini rasanya akan memakan tempat yang banyak. Karena memang tidak sedikit. Habib sendiri sudah beberapa kali terpilih sebagai duta dalam beberapa kontes di Malang. Salah satunya adalah juara favorit Duta Gemarikan 2018 Malang.
Begitu juga dengan Selvi, ia menerangkan pernah menjadi duta kain tradisional NTB 2018. Juga berbagai torehan juara di ajang model dan bakat lainnya. "Semua itu kami kirimkan," kata Selvi.
Selain segudang prestasi, mereka juga mengirimkan esai yang berbicara tentang kondisi pendidikan di NTB. Selain itu, ada juga sesi wawancara dari panitia, melalui telepon. "Ini merupakan yang pertama kalinya NTB memiliki perwakilan di puteri-puteri pendidikan," terang Habib.
Saat ini mereka sedang mempersiapkan yang terbaik untuk mengikuti grand final pada 14 sampai 18 Maret mendatang. Kegiatan yang akan berlangsung di Bandung tersebut sudah mereka persiapkan dengan matang.
Kata Habib, nantinya akan ada nasional kostum. Ia sendiri telah menyiapkan busana Sasambo, sedangkan Selvi akan menjelma menjadi putri mandalika. Selain itu, ada juga pentas seni dan sesi wawancara dalam pemilihan tersebut.
"Jika terpilih, kita akan menjadi putera-puteri pendidikan 2019 Indonesia. Semoga saja, amin," kata Habib.
Mereka menerangkan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari salon, fotografer, dan terutama support dari Pemdes Sakra. "Pemkab belum. Ini makanya kita juga mengharapkan dukungan di DPRD," terang Habib.
Di akhir penjelasannya, Habib dan Selvi akan kembali bersama mewakili NTB ke Jambi. "Alhamdulillah, kita juga sudah terpilih mewakili NTB dalam ajang putera-puteri Pesona Nusantara 2019," terang Habib. (*/r7)
Editor : Administrator