Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sunrise di Pantai Labuhan Haji Ternoda

Administrator • Senin, 1 April 2019 | 13:55 WIB
GOTONG ROYONG: Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Plastik Bergerak sedang membersihkan sampah di pesisir pantai Labuhan Haji, kemarin
GOTONG ROYONG: Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Plastik Bergerak sedang membersihkan sampah di pesisir pantai Labuhan Haji, kemarin

SELONG-Setiap hari, tumpukan sampah menyambut wisatawan di pesisir pantai Labuhan Haji. Keindahan matahari terbitnya (sunrise) sirna oleh berbagai jenis sampah plastik yang datang dari sungai. Beruntung, sebuah komunitas yang dihuni para pemuda dan mahasiswa mengulurkan tangan untuk  mengatasi  permasalahan tersebut.


"Kami dari komunitas Plastik Bergerak setiap pagi minggu, sampah plastik di pantai ini kami  bersihkan," kata salah seoran anggota Plastik Bergerak Muslihudin Aini kepada Lombok Post, kemarin (31/3).


Menurut Muslihudin, apa yang dilakukan merupakan kampanye peduli lingkungan. Tidak lebih dari itu. Karena jika tujuan dari gerakan tersebut ingin membersihkan pantai dari sampah, segilintir pemuda saja tidak cukup untuk melakukannya.


Gerakan tersebut dimulai sejak November 2018 lalu. Kegiatan ini dilakukan setiap Minggu pagi. Fokusnya masih di pantai Labuhan Haji. Menurutnya, sampah plastik berbahaya untuk keberlangsungan hidup biota laut. Selain itu, pariwisata juga bisa terancam. "Menurut pandangan saya, selama ini pemerintah hanya fokus di hilir, tapi lupa dengan masalah yang di hulu," terang Muslihudin.


Kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai menyebabkan menumpuknya sampah tersebut di laut. Menurut Muslihudin, ada banyak langkah yang bisa dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan membuat trash trap atau perangkap sampah di hilir sungai. Tapi perangkat tersebut tak bisa juga hanya di hilir. Melainkan juga penting untuk dipasang di hulu.


Selain itu, sungai juga mesti dinormalisasi. Ia menegaskan, semua itu mesti dilakukan bersama-sama.  "Karena kalau bersih-bersih di hilir, tidak bisa. Sekarang kita bersihkan, besok sampahnya datang lagi," terangnya.


Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Lotim Samsul Hakim mengatakan, persoalan sampah memang menjadi kendala dalam pengembangan objek wisata. Tak hanya di Labuhan Haji, di sejumlah tempat, sampah menjadi momok menakutkan bagi wisatawan. "Ke depan kita rencanakan untuk membuat sarana tempat pembuangan sampah di setiap destinasi," terangnya.


APBD 2019 tak sedikitpun menyebut adanya anggaran untuk menunjukkan andil Dispar dalam penanganan sampah di destinasi wisata tersebut. Kata Samsul, pihaknya akan menyiapkan anggaran di tahun 2020. Sebab di 2019, baik APBD maupun APBDP, belum bisa dipastikan ke arah sana.

Namun memang selalu ada jalan jika niat telah tercipta. Samsul menerangkan, ke depan dalam perencanaan anggaran untuk pembangunan destinasi akan diselipkan pembangunan tempat pembuangan sampah. "Nanti kita bisa anggarkan dari sana," terangnya.


Tak cukup dengan sarana, ia juga menerangkan pentingnya berkoordinasi dengan  OPD terkait. Dalam hal ini Dinas LHK. Sebab memang percuma jika bak sampah disediakan, akan tetapi kedatangan dan pembuangannya belum terencanakan. "Ini memang sedang kita usahakan untuk berkoordinasi," pungkasnya. (tih/r7)

Editor : Administrator
#Selong