Jauh sebelum dikelola Pokdarwis Ijobalit, pantai Maik Anyir terkenal dengan ikan hasil tangkapan nelayannya yang enak dan gurih. Konon, dari sanalah nama pantai itu berasal. Maik dan anyir. Sampai sekarang, wisatawan juga bisa mendapatkan ikan tersebut dari nelayan.
Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur
=================================
Sohibun mengenakan baju dan celana bermotif loreng. Saat mengecat ban-ban bekas itu seorang diri, sekilas ia nampak seperti seorang personel TNI yang sedang melakukan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Tapi ternyata bukan. Hanya bajunya yang loreng. Ia seorang ketua Pokdarwis Ijobalit. Tak lebih dari seorang masyarakat yang peduli pada potensi di linkungannya.
"Sebelum kami kelola, pantai ini memang selalu ramai dikunjungi. Akan tetapi keamanan dan ketertibannya tidak ada yang menjamin," jelas Sohibun.
Tak hanya itu, lokasi itu juga sering menjadi sarang pasangan muda-mudi mencari kesempatan dalam kesempitan. Sepi dengan area semak belukar yang luas. Ditambah lambaian pohon kelapa. Rayuan maut lelaki mana yang tak akan menggetarkan hati wanita.
Dari kesadaran itu jugalah, Sohibun memantapkan langkahnya untuk mengelola pontensi wisata tersebut. "Nama pantai ini juga memiliki sejarah tersendiri," tambahnya.
Ia mengatakan, para nelayan di pantai ini dikenal dengan hasil tangkapannya yang maik (enak, red), dan anyir (gurih, red). Dari rasa ikan tangkapan nelayan itulah, nama pantai tercetus. Sebab lambat laun masyarakat berdatangan mencari ikan. Mereka pun menyebut nama pantai yang menjurus ke rasa ikan tangkapan nelayan setempat yang dicarinya.
Dari nama itu jugalah, wisata pantai maik anyir dibarengi juga dengan wisata kuliner. Wisatawan yang datang di pagi hari untuk menikmati sunrise, bisa sekaligus membeli ikan segar dari nelayan yang baru saja menepi. Berbagai jenis tangkapan bisa dipilih. Kata Sohibun, harganya bervariasi. "Tapi maik dan anyirnya sampai sekarang belum berubah. Masyarakat juga masih banyak yang membeli ikan langsung ke nelayan di sini," terangnya.
Selain terus melakukan pembangunan spot-spot foto di pantai tersebut, Sohibun juga memikirkan kondisi pantai di malam hari. Ia menerangkan, sampai sekarang, masih ada saja pemuda yang menjadikan pantai tersebut sebagai tempat minum-minum dan berdua-duaan.
"Bila hari, lurah berencana untuk membuat gate penjagaan di malam harinya. Jadi agar di malam hari pantai ini bisa tetap terjaga," jelasnya.
Sohibun sebenarnya tidak sendiri. Ada puluhan pemuda Ijobalit yang selama ini membantunya mengelola wisata pantai Maik Anyir. Mereka berbagi tugas. Salah satu yang membuatnya bersemangat adalah dapat diberdayakannya para pemuda setempat.
Terakhir, ia juga tak lupa mengingatkan niatan lainnya. "Dengan hidupnya wisata pantai ini, setidaknya kami memiliki kekuatan untuk menjaga para pengusaha tambang pasir besi mengeruk kekayaan alam kami," jelasnya. (r5/*)
Editor : Administrator