Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Libur 14 Hari, Pemkab Lotim Sterilisasi Fasilitas Umum

Administrator • Kamis, 19 Maret 2020 | 23:50 WIB
CEGAH COVID-19: Satgas penanggulangan virus korona Lotim menyemprotkan cairan disinfektan di lorong kantor bupati Lotim, Rabu  (18/3). (Fatih/Lombok Post)
CEGAH COVID-19: Satgas penanggulangan virus korona Lotim menyemprotkan cairan disinfektan di lorong kantor bupati Lotim, Rabu (18/3). (Fatih/Lombok Post)
SELONG-Seluruh ruangan kantor bupati Lotim disemprotkan cairan disinfektan, Rabu (18/3). Pencegahan penyebaran virus korona (covid-19) ini akan terus dilakukan satgas penanggulangan korona Lotim sampai 14 hari ke depan. “Ini merupakan tindak lanjut dari rakor pencegahan wabah korona,” kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lotim Iswan Rakhmadi.

Selain perkantoran, satgas penanggulangan korona Lotim juga akan melakukan hal yang sama ke tempat keramaian lainnya. Terutama fasilitas umum seperti masjid dan pasar. Kata Iswan, tim telah menjadwalkan penyemprotan di semua titik di Lotim. “Semua telah dipersiapkan dengan maksimal,” jelasnya.

Dua hari sebelum siswa kembali sekolah, tim juga akan menyasar  semua sekolah di Lotim. Sehingga, ketika masuk, sekolah dipastikan bersih untuk siswa dan guru. Tidak hanya itu, ia juga memastikan pengadaan cairan antiseptik berupa hand sanitizer di semua titik keramaian. “Ini juga sedang dipersiapkan,” jelasnya.

Adapun tim yang tergabung dalam satgas penanggulangan dipimpin oleh Dikes Lotim, TRC Penanggulangan Bencana BPBD Lotim, Tagana, SAR, dan juga damkar. Semua disatukan dan fokus bekerjasama selama masa pembatasan sosial. “14 hari ini bergerak penuh,” terangnya.

Menurut Iswan, langkah penyemprotan dan pengadaan fasilitas kebersihan pencegahan virus korona dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Di kantor juga demikian,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekda Lotim HM Juaini Taofik menerangkan, pemkab telah sepakat untuk bekerja maksimal di masa pencegahan. Terutama di masa pembatasan sosial selama 14 hari.

Ia berharap, ASN bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam mewaspadai penyebaran Copid-19. “Tidak panik, tapi waspada. Mari kita cegah kemungkinan penyebaran wabah ini bersama,” kata Taofik. (tih/r5)

 

 

 

 

  Editor : Administrator
#Virus Korona #Headline #Lombok Timur #Disinfektan