Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sebab hasil rapid tes reaktif pada tujuh staf puskesmas beserta keluarganya. Dari tujuh staf tersebut, enam di antaranya merupakan tenaga kesehatan.
Kata Hasbi, kondisi serupa tidak pertama kali terjadi. Sebab hal yang sama pernah terjadi di Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Jerowaru. “Bedanya, yang di Kotaraja ini belum jelas sumber penularannya,” ujarnya.
https://www.youtube.com/watch?v=-D1uTts7h4U
Ia menjelaskan, selama ditutup, pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. Untuk alternatif, pihaknya telah menyiapkan puskemas terdekat. Pertama Puskesmas Montong Gading, Lendang Nangka, dan Terara. “Intinya yang terdekat,” terangnya.
Selain puskesmas alternatif, dokter di Kotaraja juga dipastikan standby. Kata Hasbi, dokter ini on call. Begitu juga dengan Tim Gerak Cepat (TGC) puskesmas. Hal itu juga dipastikan akan tetap bergerak.
Saat ini, kondisi tenaga kesehatan yang hasil rapid tesnya reaktif dirawat di RSUD Lotim di Labuhan Haji. Jubir gugus tugas penanganan Covid-19 Lotim Pathurrahman menerangkan, kondisi mereka baik. “Saat ini menunggu hasil swab. Kita berharap hasilnya negatif,” kata Pathurrahman.
Sementara itu, Sabtu (2/5) lalu, Puskesmas Kotaraja didatangi pemadam kebakaran BPBD Lotim. Mereka puskesmas dengan cairan disinfektan. Tidak hanya itu, sepanjang jalan desa di Kotaraja juga di semprot.
Kepala Puskesmas Kotaraja Lalu Muh Yunus mengatakan, penutupan sudah merupakan kebijakan dari gugus tugas. Ia mengatakan, untuk sementara puskesmas Kotaraja pindah ke Kantor Desa. “Pelayanan administrasi dan kerja lainnya tetap kita lakukan dari sana,” kata Yunus. (tih/r5)
Editor : Administrator