Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Danger Masbagik Tolak Warga Zonah Merah

Administrator • Kamis, 16 Juli 2020 | 14:10 WIB
CEGAH COVID-19: Satgas penanggulangan virus korona Lotim menyemprotkan cairan disinfektan di lorong kantor bupati Lotim, Rabu  (18/3). (Fatih/Lombok Post)
CEGAH COVID-19: Satgas penanggulangan virus korona Lotim menyemprotkan cairan disinfektan di lorong kantor bupati Lotim, Rabu (18/3). (Fatih/Lombok Post)

DESA Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, terus berupaya mempertahankan diri sebagai zona hijau Covid-19. Tak ingin kebobolan, desa yang terdiri dari 12 dusun itu memperketat penjagaan di setiap gang. Jaga malam diterapkan dengan memperbanyak pos keamanan lingkungan.


Kepala Desa Danger Kaspul Hadi bahkan terjun langsung memantau warga yang lalu lalang di salah satu pos keamanan lingkungan desanya. Di pos tersebut, BKD, Babinkamtibmas, Babinsa, dan Kadus, malam itu turut berjaga.


“Kita mau buat jadwal giliran. Tapi kalau satu turun, semua ingin turut berjaga,” kata Kaspul.


Jaga malam dimulai pukul 09.00 malam sampai pagi. Penerapan keamanan lingkungan tersebut memang sudah dimulai sebelum pandemi Covid-19. Namun setelah pandemi, penjagaan lebih diperketat. “Kalau tidak memakai masker, warga kita minta kembali,” jelasnya.


Apalagi jika warga yang masuk ke desanya adalah warga dari desa zona merah. Kalau itu, sama sekali tak boleh masuk. Kaspul menerangkan, sistem jaga malam yang diterapkan sangat berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.


Ia menegaskan, selain sehat, keamanan juga jangan sampai dilupakan. Karena itu, selain memastikan warga mengenakan masker, jaga malam juga dilakukan guna mencegah terjadinya pencurian dan tindakan kriminal lainnya.


Apa yang telah dilakukan selama ini terbukti dengan tidak ada satu pun warga Desa Danger yang terpapar Covid-19. Di samping itu, ia juga memastikan seluruh warganya mendapatkan bantuan sosial JPS. “5.906 KK kecuali PNS, tidak mampu atau pun mampu semuanya kami pastikan dapat,”  terangnya.


Justru yang merasa mampu secara sadar mengembalikan bantuan tersebut dan meminta pemerintah desa memberikannya bagi yang lebih membutuhkan. Guna memastikan hal tersebut, pihaknya juga memasang data penerima di setiap dusun. Sementara seluruh data penerima di desa terpampang dalam baliho berukuran 8x6 meter. Letaknya tepat di depan kantor desa.


Ketangguhan lainnya juga ia perlihatkan dengan menerapkan wisata sehat di kolam pemandian milik desa. “Setiap warga yang datang dari luar desa juga tetap kami periksa sebelum masuk,” jelas Kaspul. (tih/r6)

Editor : Administrator
#Corona #Desa Danger #Lombok Timur #Kamung Sehat