Kedua kelompok kerja tersebut akan menjadi prioritas dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim. Kata Ahmad, fokus tersebut penting untuk dilakukan mengingat IPM Lotim yang mengalami kenaikan di tahun 2020. Dari posisi sembilan menjadi delapan.
Ahmad menerangkan, fokus membentuk Kampung KB disebabkan juga oleh masih sedikitnya jumlah desa yang sudah membentuk kampung KB.
Dari 254 desa dan kelurahan di Lotim, baru 44 desa yang sudah membentuk Kampung KB. “Target kami ada kenaikan dari total keseluruhan desa. Sekitar 35 sampai 40 persen,” jelasnya.
Merujuk pada target tersebut, Ahmat ingin memastikan setiap kecamatan setidaknya memiliki dua desa yang mendirikan Kampung KB. Karena itu, peran pemerintah desa sangat dibutuhkan dalam pembentukan tersebut. Begitu juga dengan keberlangsungan programnya. “Kedua pokja itu menjadi prioritas kami ke depannya. Tapi bukan berarti program lainnya kita lupakan," ujar mantan kepala Dinas Sosial Lotim itu.
Menurut Ahmat, peran Kampung KB bisa dimaksimalkan untuk menurunkan angka buta aksara. Secara teknis, pihaknya akan meminta UPTD DP3AKB di setiap kecamatan untuk berkoordinasi dalam menyatukan data buta aksara dengan UPTD Dinas Dikbud. Jika data sudah sama, UPTD Dinas Dikbud dan Kampung KB ini bisa bersinergi. Dinas Dikbud melatih, Kampung KB sebagai wadahnya.
Selain itu, kampung KB juga diharapkan dapat membantu ikhtiar Pemkab Lotim dalam menurunkan angka stunting. “Kita berharap semua elemen masyarakat dapat membantu program kampung KB ini,” harap Ahmat. (cr-sup/r1) Editor : Administrator