“Laporannya masuk tadi pagi (kemarin). Menerima laporan, kami langsung melakukan pencarian dibantu warga dan Basarnas Lotim,” kata Kapolsek Jerowaru Ipda Abdul Rasyid pada Lombok Post.
Rasyid menerangkan, korban berangkat dari rumahnya Rabu malam 13 Januari lalu sekitar pukul 20.00 Wita. Ia pergi mencari ikan bersama dua orang rekannya.
Sekitar pukul 04.00 dini hari kemarin, dua orang rekannya menghentikan pencarian ikan karena melihat air laut sudah naik. Namun korban tak kunjung ikut naik.
Kata Rasyid, korban diduga kuat terseret arus laut saat melakukan pencarian ikan. Saat ditemukan di dasar laut, korban masih memegang panah ikan dan mengikatkan jeriken di pinggangnya.
“Jeriken di pinggangnya itu berisi air. Jadi itu yang membuat mayat korban tidak mengapung,” jelasnya.
Upaya pencarian jenazah Nurudin sendiri dilakukan selama kurang lebih 12 jam sejak korban dikabarkan hilang. Korban ditemukan pada sekitar 13.40 Wita. Lokasi penemuan tidak jauh dari lokasi dugaan hilangnya korban. “Sekitar 1 mil dari pesisir pantai,” terang dia.
Setelah ditemukan, korban di bawa ke Puskesmas Jerowaru. Berdasarkan keterangan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga korban sendiri tidak mau melakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita