Kamis (18/2), atas permintaan ADBMI, Disnakertrans Lotim memediasi para korban dengan PT Pamor Sapta Dharma. “Oknum calo yang diduga melakukan penipuan ini mengatasnamakan dirinya dari PT Pamor,” kata salah seorang korban Salahudin.
Kepada Lombok Post, Salahadin menerangkan, perekrutan mereka terjadi pada bulan Juni 2020 lalu. Awalnya, oknum calo berinisial CDL menawarkan adanya perekrutan CPMI ke Taiwan dari laman Facebook.
Kata Salahudin, saat itu salah seorang dari mereka bernama Rasidi mendapatkan informasi tersebut dan memberitahukan teman-temannya yang lain. Oknum ini pun kemudian memproses keberangkatan para korban dengan awalnya meminta uang cek kesehatan Rp 1 juta.
Kemudian dilanjutkan dengan meminta uang untuk memproses perjanjian kerja sama Rp 3,5 juta. Terakhir meminta uang Rp 10,5 juta untuk pembuatan paspor dan keberangkatan. “Jadi totalnya Rp 15 juta,” terang Salahudin.
Dari korban yang berjumlah sembilan orang, dikatakan, tiga orang telah menyerahkan uang Rp 15 juta. Sedangkan enam korban lainnya telah menyerahkan uang Rp 16 juta.
Ditegaskan Salahudin, karena mereka belakangan jadi uang Rp 16 juta diserahkan penuh dengan kepastian siap berangkat dan bekerja. Namun tak lama kemudian, setelah uang dan dokumen kependudukan mereka di tangan CDL, aroma penipuan mulai terlihat.
“Sekarang, kami meminta agar uang dan dokumen kependudukan kami dikembalikan,” jelas Salahudin.
Direktur Operasional PT Pamor Sapta Dharma Tri Hariyadi mengatakan, jika pihaknya tidak memiliki sangkut paut dengan oknum calo CDL yang melakukan perekrutan. “Sudah jelas ini bukan kami, akan tetapi oknum calo yang mengatasnamakan PT,” jelas Tri.
Ia juga menjelaskan, sejak Maret 2020 lalu, kantor PT Pamor ditutup karena Covid-19. Selain itu, ia juga menegaskan jika pihaknya tidak menjalankan prosedur seperti yang dilakukan oknum calo dengan para korban yang ditipunya. Seperti penandatangan perjanjian kerja sama tersebut.
“Penandatangan tidak mungking dilakukan di rumah CPMI. Melainkan di Disnakertrans dengan kehadiran para saksi,” jelasnya.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Lotim Moh. Hirsan menerangkan, dari hasil mediasi, pihaknya akan membantu para korban agar mendapatkan kembali dokumen yang dibawa oknum calo tersebut.
“Selain itu, kami bersama para korban juga akan melaporkan kasus penipuan ini ke kepolisian,” kata Hirsan.
Hirsan juga mengatakan, sejak awal ia mengetahui, oknum calo CDL memiliki banyak kasus. Saat diminta untuk datang menghadiri mediasi, ia mendapat keterangan jika CDL sedang berada di luar daerah. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita