“20 SD Negeri, dan 4 SD swasta,” kata Kabid Pembinaan SD Dikbud Lotim Hadi Jayari, kemarin (1/7).
Dijelaskan, terpilihnya 24 SD di Lotim dilalui dengan melakukan pendaftaran dan seleksi. Kata Hadi, sekolah ini berada di beberapa kecamatan. Beberapa di antaranya adalah SDN 3 Pancor, SDN 2 Pancor, dan SDN 1 Selong di Kecamatan Selong.
Ia menjelaskan, sekolah yang terpilih akan mendapatkan BOS afirmasi atau tambahan Rp 150 juta dari Kemendikbud. Program tersebut bertujuan untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. “Melalui terciptanya pelajar yang pancasila,” jelasnya.
Tahapan awal program ini, pemerintah pusat telah memilih 2.500 sekolah di 34 Provinsi dan 111 Kabupaten. Di Lotim sendiri, selain 24 SD, ada juga 18 SMP dan 4 TK yang juga akan menjadi sekolah penggerak pertama di Lotim.
Lebih jauh ia menjelaskan, program sekolah penggerak akan fokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara menyeluruh. Hal itu yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi, juga karakter yang diawali dengan SDM kepala sekolah dan tenaga pengajar yang unggul.
Saat ini, pihaknya tengah menunggu tenaga pendamping sekolah penggerak yang dalam proses penjaringan dari pusat. Kata Hadi, program sendiri akan berjalan selama satu tahun pelajaran. “Dimulainya pertengahan Juli ini,” terangnya. (tih/r5) Editor : Administrator