Penghargaan tersebut dia terima pada acara kampung sehat award yang digelar Polda NTB di Mataram, Senin (30/11).
Sejak adanya program kampung sehat pertama yang diinisiasi Polda NTB, Badrun telah memasang niat untuk menjaga warganya dari Covid-19. Begitu juga dengan dampak pandemi yang berpengaruh besar pada ekonomi masyarakat. “Saya percaya jika warga sehat, mereka bisa tetap bekerja untuk mencari kebutuhan hidupnya,” jelas Badrun.
Karena itu, sebagai kepala desa, Badrun berupaya mengajak warganya agar disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Upaya tersebut dibantu dengan mengalokasikan dana desa untuk program-program penanganan Covid-19 dan yang terkait dengan penanggulangan dampak pandemi Covid-19.
Selain dari dana desa, dia juga aktif mencari peluang anggaran dari instansi dan lembaga pemerintahan terkait. Termasuk upayanya menjadikan desa pesanggrahan menjadi desa tangguh bencana.
Apresiasi yang diberikan pemerintah melalui kepolisian menjadi penambah semangat dalam bekerja. Tak hanya itu, dia juga menjadikan penghargaan tersebut sebagai tantangan untuk terus bekerja lebih baik ke depannya. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk terus dapat memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan warga,” tuturnya.
Dia menegaskan, selesainya lomba kampung sehat jilid 2 tak membuat langkahnya menanggulangi bencana non alam Covid-19 berakhir. Justru sebaliknya, dia kini tengah berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat. “Jangan sampai kami tangguh di atas kertas saja. Tapi juga harus tangguh pada implementasi di lapangan,” tegas purna TNI itu. (tih/r8)
Editor : Administrator