Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masih Belum Sinkron, Empat OPD Lotim Akan Gempur Data Vaksinasi Online

Rury Anjas Andita • Rabu, 9 Maret 2022 | 15:30 WIB
POSKO SINKRONISASI: Kabid P3KL, Dikes Lotim Budiman Satriadi (paling kiri) membuka kegiatan sinkronisasi data P-Care vaksinasi Covid-19 di aula kantor DKP Lotim, belum lama ini. (Fatih/Lombok Post)
POSKO SINKRONISASI: Kabid P3KL, Dikes Lotim Budiman Satriadi (paling kiri) membuka kegiatan sinkronisasi data P-Care vaksinasi Covid-19 di aula kantor DKP Lotim, belum lama ini. (Fatih/Lombok Post)
SELONG-Sinkronisasi data manual dan online pada capaian vaksinasi Covid-19 Lotim dikerjakan oleh empat OPD sekaligus. Keempat OPD itu yakni Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kominfo dan Persandian, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim.

“Empat OPD ini menjadi satu tim sinkronisasi data P-Care sampai 17 Maret mendatang,” kata Kabid P3KL Dinas Kesehatan Lotim Budiman Satriadi pada Lombok Post.

Masing-masing OPD memiliki fungsinya masing-masing. Sesuai dengan kendala yang selama ini dihadapi tim penginput data online di 35 puskesmas.

Disdukcapil dibutuhkan untuk mengatasi persoalan NIK ganda dan KTP yang belum online. Di mana, kedua hal ini menjadi kendala yang paling banyak ditemukan.

Selanjutnya, Dinas Kominfo dan Persandian Lotim membantu mengatasi persoalan jaringan dan sistem pelaporan secara digital. Di mana ada beberapa kendala teknis yang terkadang membuat penginput data kewalahan dalam menginput data manual ke online.

“DPK sendiri menyediakan lokasi dan hal teknis yang dibutuhkan tim sinkronisasi selama bekerja di sini,” tuturnya.

Dijelaskan, sampai saat ini, selisih data manual dengan online mencapai 40 ribu lebih. Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman menjelaskan, selisih sebanyak itu cukup signifikan mempengaruhi catatan capaian vaksinasi sebenarnya.

“Selisihnya sampai 2 persen. Di manual kita sudah 92 persen untuk dosis pertama, di P-Care kita masih 90 persen,” jelas Pathurrahman.

Adapun target capaian 80 persen dosis kedua vaksinasi Covid-19 diharapkan bisa terkejar sampai 17 Maret mendatang. Menurut Pathurrahman, dengan ketersediaan vaksin yang sudah ada, pihaknya optimis akan mampu mengejar target tersebut.

Selain membentuk tim sinkronisasi data, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy juga memberintahkan dibentuknya tim percepatan vaksinasi. Jika tim sinkronisasi secara terpusat bekerja di kantor DPK Lotim, tim percepatan vaksinasi diminta berposko di kecamatan yang capaiannya vaksinasinya masih rendah. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Virus Korona #Vaksinasi #sinkronisasi data