Pertama, RSUD dr Raden Soedjono Selong; kedua, RSUD Lotim Labuhan Haji; dan ketiga, RSUD Patuh Karya Keruak.
Tiga rumah sakit tidak cukup. Tahun ini, Pemkab Lotim akan membangun RSUD tipe D pratama di Kecamatan Suela. “Anggarannya dari DAK sekitar Rp 40 miliar,” kata Kadikes Lotim H Pathurrahman.
Proses pembangunan RSUD tipe D Pratama di Suela saat ini dalam proses tender. Jika dipastikan jadi tahun ini, maka warga Lotim akan memiliki empat RSUD. Kata Pathurrahman, alasan pemilihan pembangunan di Kecamatan Suela adalah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi warga yang berada di Sembalun dan Sambelia.
Selama ini, warga yang berada di Lotim bagian utara membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dirujuk ke RSUD Selong. Sehingga sudah selayaknya fasilitas kesehatan ditempatkan di bagian utara.
Namun hal itu tidak cukup. Pada tahun 2023 nanti, Pemkab Lotim merencanakan akan meningkatkan kapasitaas Puskesmas Masbagik Baru menjadi RSUD tipe D di Kecamatan Masbagik.
Kata Pathurrahman, kendati anggaran pembangunan dicanangkan pada APBD induk 2023, namun dari sekarang pihaknya sudah melakukan peningkatakan kapasitas sarana gedung Puskesmas Masbagik dengan anggaran Rp 750 juta.
Ia menjelaskan, Lotim yang memiliki penduduk 1,3 juta jiwa dengan luas wilayah yang signifikan membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai. “Ini merupakan upaya kita dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam upaya tersebut, ada tiga hal yang mesti dipersiapkan. Yakni bangunan, alat-alat kesehatan, dan SDM yang memadai. Di sisi lain, kemunculan fasilitas kesehatan di setiap titik juga diharapkan menjadi pemicu terjadinya persaingan yang mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan.
Kata Pathurrahman, harapan yang ingin dicapai adalah peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dengan banyaknya fasilitas kesehatan yang ada, maka masyarakat bisa memilih. Kebebasan masyarakat memilih mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tertentu akan tergantung dari pelayanan yang diberikan.
“Sehingga ini dapat menjadi persaingan yang dampaknya meningkatkan kualitas pelayanan dari faskes itu sendiri,” terang Pathurrahman.
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menerangkan, AKI dan AKB di Lotim menjadi salah satu indikator penting IPM. Sejauh ini, RSUD dr Raden Soedjono Selong telah memiliki gedung ibu dan anak yang akan dapat melayani masyarakat dengan maksimal. Sehingga AKI-AKB dapat segera menurun.
“Intinya begini, semakin banyak fasilitas sarana kesehatan, insyaallah kehidupan masyarakat kita akan semakin sejahtera. Semakin baik dari aspek kesehatannya,” tuturnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita