“Sampai saat ini belum diserahterimakan. Sedangkan pekerjanya sudah tidak ada,” kata Lurah Pancor Lalu Ridho Arindi pada Lombok Post, Minggu (27/3).
Ridho menerangkan, saat ini warga sekitar sudah memanfaatkan RTP tersebut. Sudah ada warga khususnya muda-mudi yang ke sana untuk jalan-jalan, duduk bareng, dan berswafoto. Karena itu, sangat disayangkan jika kondisinya masih gelap di malam hari karena lampu yang belum terpasang.
Selain itu, kata Ridho, jika sudah dianggap rampung, semestinya sudah dilakukan proses serah terima. Namun hal tersebut juga belum dilakukan. Proyek yang semestinya selesai pada November 2021 lalu kini diperpanjang sampai waktu yang tak ditentukan.
Dilematis bagi Ridho. Di satu sisi ia ingin berbuat untuk memanfaatkan pembangunan yang anggarannya sekitar Rp 2,5 miliar itu. “Namun barang ini belum diserahterimakan. Kita berharap ada kejelasan dalam waktu dekat ini,” tuturnya.
Di sisi lain, ada persoalan kelanjutan pembangunan yang semestinya dilanjutkan tahun ini. Kelanjutan pembangunan RTP Pancor sesuai perencanaan telah disesuaikan dengan lahan yang sebelumnya dibebaskan Pemkab Lotim. Tentu cukup disayangkan, jika sudah membebaskan lahan, namun lahan tersebut dibiarkan kosong begitu saja.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Lotim Hj Miftahul Wasli menerangkan, Pemkab Lotim akan berupaya melanjutkan pembangunannya melalui alokasi anggaran APBD Induk 2022. Nyatanya, tidak ada anggaran untuk itu tahun ini.
Salah seorang warga Pancor Arman Yulin Hanispi kepada Lombok Post berharap ada kejelasan mengenai RTP tersebut. “Ya, kalau buat begini, jangan setengah-tengah. Ini sangat bermanfaat untuk kita. Sekarang tempat ini gelap. Takutnya malam hari digunakan untuk yang tidak-tidak sama anak-anak muda,” ujarnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita