Hal itu disampaikan Sukiman saat memberi sambutan dalam acara buka bersama bupati Lotim dengan media dan wartawan di kantor Selaparan TV, Senin (11/4) lalu. “Sampaikan yang benar, walaupun itu pahit,” ujar Sukiman.
Menurutnya, kondisi media massa Lombok Timur berikut dengan wartawannya sangat beragam. Ada wartawan yang hanya papan nama saja, ada media yang hanya portalnya saja, dan ada juga yang hanya ikut-ikutan di waktu tertentu. Menurut Sukiman, kondisi seperti itu sudah semestinya ada di setiap profesi.
Karena itu, ia menekankan, pemerintah tentu akan menjalin kerja sama dengan media massa yang bekerja dengan profesional. Kerja sama yang dimaksud adalah bagian dari apresiasi atas profesionalitas dalam bekerja.
“Kerja sama ini juga tidak hanya melulu memberitakan yang baik saja dari kami. Tapi kritik yang membangun juga diperlukan,” tegas Sukiman.
Ia bahkan menyindir beberapa media massa yang dikatakan dalam istilah bahasa arab, ‘wujuduhu kaadamihi, apa yang nampak memperlihatkan kondisi sebenarnya. “Jika ada media yang wujuduhu kaadamihi, maka tentu apresiasi yang kita berikanpun seadanya. Wujuduhu, kaadamihi,” jelasnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita