Pantauan koran ini, sejak H-7, beberapa titik perbelanjaan di seputar Kelurahan Pancor memang sudah mulai ramai. Tidak hanya di malam hari, keramaian juga terlihat sejak pagi, siang, dan sore hari. Kata Juhairiah, ada peningkatan signifikan yang terjadi jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Pantauan Lombok Post, kepadatan warga yang memenuhi pusat perbelanjaan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah ini juga tidak hanya terjadi di Kecamatan Selong. Melainkan juga di beberapa titik lainnya seperti Kecamatan Masbagik, Terara, Aikmel, Pringgabaya, dan juga Keruak di bagian Selatan.
Di Terara, beberapa warga masih terlihat berburu baju Lebaran sampai pukul 23.30 Wita. Fauzan, seorang warga dari Kecamatan Terara menjelaskan, kondisi saat ini memang terasa lebih ramai dari sebelumnya. “Mungkin karena sudah tidak ada lagi desas-desus korona ini ya. Kalau tahun lalu kan masih ada kita dibatas-batasi,” jelasnya.
Dijelaskan, harga barang seperti pakaian, sendal, dan jenis pakaian lainnya juga tidak mengalami kenaikan. Hal tersebut dirasa bisa dijangkau oleh masyarakat. Disamping semakin banyaknya grosiran atau barang-barang yang dijual dengan diskon. Menurut Fauzan, kondisi tersebut membuat orang-orang semakin ramai berburu baju lebaran.
Di luar itu semua, Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman menegaskan tentang kondisi kasus Covid-19 yang sama sekali tidak memberi ancaman. Namun di satu sisi, ia tetap mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Kita harapkan agar jangan sampai tidak mengenakan masker,” pinta Pathurrahman. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita