Target PAD tahun 2022 Rp 440,7 miliar. Per 31 Juni 2022, Bapenda mencatat realisasi PAD Rp 153,29 miliar atau 44,36 persen dari target. “Jika dibandingkan dengan semester pertama 2021, ada kenaikan sebesar Rp 31,7 miliar atau 6,27 persen,” jelas Azlan pada Lombok Post.
Peningkatan tersebut berasal dari pencapaian sejumlah OPD yang rata-rata sudah mencapai di atas 40 persen dari target masing-masing. Peningkatan PAD tersebut berasal dari BLUD seperti UPTD RSUD Lotim yang mencapai Rp 10 miliar dari target Rp 18 miliar. Kemudian RSUD Selong juga disebutkan mengalami peningkatan sebesar Rp 6 miliar dari tahun sebelumnya.
“Salah satu yang cukup signifikan adalah retribusi kesehatan dari Dinas Kesehatan Lotim sebesar Rp 31, 5 miliar,” jelasnya.
Selain itu, bapenda sendiri juga mengalami peningkatan capaian dari pajak dan retribusi daerah. Di samping beberapa OPD yang mengalami peningkatan, memang ada beberapa OPD juga yang capaiannya masih di bawah 30 persen.
Hal ini yang diharapkan terus dapat ditingkatkan pada semester kedua. Sehingga dengan demikian, target tahun ini dapat tercapainya. “Melihat capaian kita saat ini, kita optimis mencapai target atau paling tidak 95 persen,” terang Azlan.
Dalam rapat tersebut, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy mengapresiasi sejumlah OPD yang berhasil mencapai PAD di atas 40 persen pada semester pertama. Di sisi lain, ia juga mengingatkan kepada OPD yang capaiannya masih di bawah 40 persen untuk segera berbenah dan meningkatkan kinerjanya.
Dia berharap, dalam tiga bulan ke depan, sudah tidak ada lagi OPD yang capaiannya di bawah 50 persen. Pada kesempatan yang sama, Sukiman juga meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Lotim untuk merumuskan berbagai kendala dan menemukan solusinya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita