Terduga pelaku berinisial R, 25 tahun itu meregang nyawa akibat perbuatannya yang tertangkap basah warga. Dalam kondisi kritis, terduga pelaku sebenarnya sempat dilarikan ke RSUD dr Raden Soedjono Selong. Namun nyawanya tak terselamatkan.
“Pelaku meninggal dunia di RSUD Selong,” kata Kapolsek Jerowaru Ipda Yudha Aditya Warman pada Lombok Post.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu terduga pelaku R mengambil sepeda motor korban yang terparkir di pinggir pematang sawah. Mengetahui hal tersebut, korban kemudian berteriak dan bersama beberapa warga mengejar terduga pelaku.
Karena terdesak, terduga pelaku kemudian melepas sepeda motor curiannya dan berlari ke sawah salah seorang warga Desa Jerowaru bernama Salman, 35 tahun. Saat itu, terduga pelaku kemudian mengambil anak perempuan Salman yang sedang berada di lokasi untuk dijadikan sandera.
Melihat kejadian tersebut, Salman pun berteriak meminta kepada terduga pelaku agar segera melepaskan anaknya. Namun terduga pelaku malah mengambil parang dari tangan Salman dan menodongkannya ke arah anak perempuan tersebut.
Di tengah peristiwa itu, warga berdatangan dan Salman mengambil kesempatan untuk menyelamatkan anaknya. Akibatnya anak tersebut mengalami luka akibat sayatan parang di jari tangannya.
Dalam proses penyelamatan anak tersebut, warga memukul terduga pelaku R. Akibatnya R mengalami luka serius. “Saat ini kami masih menangani perkara ini,” jelas Yudha. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita