Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Murid SDIT Nurul Fikri Selong Belajar Membuat Gerabah di Desa Penujak

Rury Anjas Andita • Rabu, 19 Oktober 2022 | 16:00 WIB
BELAJAR MEMBUAT GERABAH: Anak-anak dari SDIT Nurul Fikri Selong Lotim saat belajar membuat gerabah di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Loteng, Selasa (18/10). (Dedi/Lombok Post)
BELAJAR MEMBUAT GERABAH: Anak-anak dari SDIT Nurul Fikri Selong Lotim saat belajar membuat gerabah di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Loteng, Selasa (18/10). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah mulai mengkampanyekan potensi gerabah di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat. Dengan cara, melakukan edukasi kerajinan pada anak-anak usia dini.

“Hari ini (18/10) kita kedatangan rombongan anak-anak dari SDIT Nurul Fikri Selong Lombok Timur,” kata Kabid Industri Disperindag Loteng Baiq Yuliana Sapriani pada Lombok Post, Selasa (18/10).

Langkah itu diambil, karena perajin gerabah di Desa Penujak mulai berkurang. Tidak ada regenerasi. Kondisinya terkesan mati suri.

Atas dasar itulah, pihaknya mulai menggerakkan potensi yang ada. Dengan konsep paket wisata edukasi. Setiap pengunjung yang datang bisa berwisata sembari belajar membuat gerabah.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan gedung atau sentra gerabah bantuan pemerintah pusat. Sehingga tinggal dimanfaatkan saja. Selain itu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan perlengkapan alat bagi perajin gerabah.

Untuk itu, pihaknya berharap, lembaga-lembaga pendidikan di Gumi Tatas Tuhu Trasna dapat meniru gerakan SDIT Nurul Fikri Selong. Mereka lebih memilih Desa Penujak, karena dianggap menjadi sentra industri gerabah terbaik di NTB. Padahal, di Lotim ada Desa Penakak, Kecamatan Masbagik dan di Lombok Barat ada Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri.

“Kami berencana akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng,” ujar istri dari Kepala Desa (Kades) Mantang, Kecamatan Batukliang tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, disperindag ingin kerajinan gerabah di Desa Penujak kembali bangkit, kembali menggeliat dan kembali menyasar pasar-pasar nasional, dan dunia. Disperindag siap melakukan pembinaan dan pendampingan.

“Terima kasih atas bantuan yang difasilitasi disperindag pada kami,” tambah Kepala SDIT Nurul Fikri Selong Ahmad Faezar.

Jumlah anak didik yang dibawa sebanyak 80 orang dari kelas III. Mereka pun dibagi menjadi delapan kelompok. Masing-masing kelompok dipandu oleh satu perajin gerabah. Mereka pun antusias mengikuti arahan perajin. “Begitu mendapatkan pengetahuan, mereka kemudian diminta mencoba,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Desa Penujak